facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Orang yang Nekat Masuk Bali Via Pelabuhan Gilimanuk Tanpa KTP Akan Dikembalikan ke Daerah Asal

Eviera Paramita Sandi Jum'at, 06 Mei 2022 | 07:20 WIB

Orang yang Nekat Masuk Bali Via Pelabuhan Gilimanuk Tanpa KTP Akan Dikembalikan ke Daerah Asal
Foto udara kendaraan pemudik yang diarahkan ke kantong parkir pos kargo sebelum memasuki area Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana, Bali, Jumat (29/4/2022). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Kelengkapan administrasi ini berupa vaksinasi COVID-19 hingga identitas PPDN berupa kartu tanda penduduk (KTP).

SuaraBali.id - Pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang kedapatan tidak membawa KTP saat masuk Pelabuhan Gilimanuk pada arus balik Lebaran akan diputar balik oleh petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Provinsi Bali.

"Petugas gabungan akan berjaga 24 jam pada saat arus balik Lebaran dari tanggal 6-10 Mei mendatang untuk memeriksa kelengkapan PPDN," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi, Kamis (6/5/2022).

Kelengkapan administrasi ini berupa vaksinasi COVID-19 hingga identitas PPDN berupa kartu tanda penduduk (KTP).

"Jika didapatkan tak membawa KTP, maka petugas terpaksa akan meminta PPDN untuk putar balik, kembali ke daerah asalnya," ujar Rai Dharmadi.

Baca Juga: Sarita Abdul Mukti Kembali Bersanding Dengan Faisal Harris di Momen Lebaran, Shafa Haris Beri Emoji Love

Penduduk pendatang ini akan dicek di Pos Pengecekan Pelabuhan Gilimanuk. Tak hanya mengecek identitas, namun juga termasuk wilayah yang dituju dan juga mendata siapa penjaminnya.

Pengawasan juga dilakukan di kantong-kantong penduduk pendatang di seluruh Bali yang dinamakan kegiatan Bali Trepti. Dimana dalam hal ini Satpol PP masing-masing kabupaten/kota akan dilibatkan.

"Untuk Satpol PP Provinsi akan bersinergi melakukan sidak di tiga kabupaten/kota, yakni fokus di Kota Denpasar, Badung, dan Kabupaten Gianyar," ujar Rai Dharmadi.

Kegiatan Bali Trepti akan dilakukan pada 10 – 16 Mei 2022 di seluruh kabupaten/kota. Sidak ini diharapkan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban Bali.

"Hal ini mengingat pariwisata Bali tengah menggeliat seiring pelonggaran yang diberikan kepada wisatawan. Baik itu Visa on Arrival (VoA) kepada 60 negara, bebas karantina, serta kebijakan lainnya. (ANTARA)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait