Kedua,
Sangat agung dan mulianya malam itu. Sehingga disebut dengan lailatul qadar. Qadr juga berarti kemuliaan. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Qadr,
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS Al-Qadr: 1-3).
Ayat di atas merupakan bukti amal kebaikan Nabi Muhammad SAW tidak akan kalah dengan amal kebaikan umat nabi sebelumnya.
Ketiga,
Orang-orang yang beribadah pada malam tersebut akan mendapatkan keutamaan luar biasa yang tidak bisa ditemukan selain pada bulan Ramadhan, serta akan menambah kedekatannya dengan Allah SWT.
Keempat,
Setiap kebaikan yang dilakukan pada malam tersebut mempunyai nilai lebih dibanding dengan ibadah pada selain malam qadar, dan ini merupakan pemberian khusus kepada umat Nabi Muhammad. Namun, ulama berbeda pendapat perihal apakah ini merupakan pemberian khusus kepada umat Nabi Muhammad atau tidak.
Menurut riwayat Imam Malik (dan ini yang paling disepakati) dalam kitab al-Muwattha’ menyebutkan:
“Berkata Imam Malik dalam (kitab al-Muwattha’) diambil dari ulama yang dipercaya, termasuk ahli ilmu, bahwa Rasulullah SAW diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya (yang sangat panjang) sesuai dengan kehendak Allah dari semua itu, sampai (akhirnya) usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelumnya, mereka beramal karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan” (HR Malik).