facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarah Panjang Museum Bali Berawal dari Rasa Prihatin Orang Belanda

Eviera Paramita Sandi Selasa, 11 Januari 2022 | 10:17 WIB

Sejarah Panjang Museum Bali Berawal dari Rasa Prihatin Orang Belanda
Museum Bali di jalan Mayor Wisnu, Denpasar, Bali. [Foto : denpasarkota.go.id]

Museum Bali terletak di Jalan Mayor Wisnu, Denpasar, Bali ini dibangun pertama kali pada 1910 di atas lahan seluas enam ribu meter persegi.

SuaraBali.id - Salah satu bangunan sejarah yang kini menjadi destinasi wisata di Bali adalah Museum Bali. Museum ini bisa dibilang yang tertua di Pulau Dewata.

Museum Bali terletak di Jalan Mayor Wisnu, Denpasar, Bali ini dibangun pertama kali pada 1910 di atas lahan seluas enam ribu meter persegi. Tempat ini menghadirkan beragam koleksi benda-benda etnografi, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, kesenian, keagamaan, bahasa, tulisan, dan lainnya yang mencerminkan kehidupan serta perkembangan kebudayaan Bali.

Melansir beritabali.com – Jaringan Suara.com, ada sejarah panjang pendrian museum Bali ini. Hal ini berawal dari rasa prihatin seorang asisten residen Belanda untuk Bali Selatan, WFJ Kroon pada 1910.

Setelah Belanda pada Perang Puputan, banyak barang-barang antik Bali dibawa ke Belanda. Atas hal itu, Kroon mengutus seorang arsitek Jerman, Curt Grundler dan dua undagi Bali, I Gusti Ketut Rai dan I Gusti Ketut Gede Kandel untuk mendesain gedung Museum Bali.

Baca Juga: Pulang Kondangan Seorang Pria Dianiaya di Taman Pancing, Helmnya Dipukul Sampai Pecah

Desain gedung museum Bali adalah perpaduan antara pura dan puri. Atap bangunan berbahan ijuk dan bale kulkul. Desain puri dituangkan dengan keberadaan bale bengong dan taman beji.

Museum Bali yang berlokasi di ibu kota Provinsi Bali, Denpasar [BeritaBali.com].
Museum Bali yang berlokasi di ibu kota Provinsi Bali, Denpasar [BeritaBali.com].

Saat itu seluruh raja di Bali mendukung adanya pembangunan museum ini, mulai dari Raja Karangasem, Raja Buleleng, Raja Tabanan, Raja Bangli, Raja Negara, dan Raja Badung.

Dan museum yang menjadi jendela Bali ini pun resmi dibuka 8 Desember 1932.

Seluruh koleksi di dalam museum ditata menurut konsep Tri Mandala, yaitu Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala. Benda-benda tergolong sakral ditata di Gedung Tabanan dan Gedung Karangasem. Penamaan gedung adalah asal raja yang memberi bantuan.

Tema pameran di Gedung Karangasem adalah cili, lambang kesuburan dan kesejahteraan. Tema pameran di Gedung Tabanan adalah keris, yang identik dengan pusaka raja. Keris ini ditata secara kronologis, yaitu koleksi kris sejak zaman Belanda sampai sekarang.

Baca Juga: Artis Ikatan Cinta Laporkan Kasus Dugaan Penipuan Properti di Nusa Dua Bali

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait