“Beliau adalah panutan dan guru politik saya,” ungkap Haerul sembari menekankan betapa hubungan keduanya telah terjalin dengan begitu intens semenjak lama.
Sebelumnya, Haerul juga memastikan, pihaknya memang telah menimbang sejumlah figur yang berpotensi mendampingi dirinya untuk maju di Pilbup Lotim. Setidaknya sudah ada tiga figur yang kini sedang dilirik.
Siapa mereka, pada waktunya, publik akan mengetahuinya. Yang pasti, aspek kewilayahan menjadi aspek penting dalam penentuan figur yang akan mendampinginya.
Karena dirinya berasal dari Lombok Timur bagian selatan, maka figur pendampingnya kata Haerul sudah pasti akan berasal dari figur Lombok Timur bagian utara.
Mekanisme untuk menentukan figur pendamping itu pun pastinya akan disiapkan oleh partai. Antara lain melalui berbagai survei yang terkait popularitas dan elektabilitas.
Survei tersebut pun bisa secara perseorangan maupun survei popularitas dan elektabilitas pasangan. Itu sebabnya, tokoh yang dikenal ramah ini, terus membangun komunikasi politik intensif.
Sementara itu, Rachmat yang dikonfirmasi soal pembicaraan intensifnya dengan Haerul Warisin menekankan, bahwa kerja sama strategis dengan partai politik lain dalam pilkada adalah bagian dari upaya PIDP untuk terus memperjuangkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Karena itu, PDIP terbuka dengan hal tersebut. Namun, apa persis yang dibicarakan dalam pertemuan dengan Haerul, akan ada momentum dan timing untuk dibuka kepada publik.
Rachmat tak menampik, hubungan mesra antara PDIP dan Gerindra. Baik di tingkat pusat dan daerah. Sebagai sesama partai di dalam pemerintahan, komunikasi kedua partai pun sangat baik.
“Komunikasi politik yang telah terbangun ini menunjukkan bahwa partai politik nyaman bekerja sama dengan PDI Perjuangan,” kata Rachmat.