Jemaah Ahmadiyah di Pengungsian: Kita Hanya Ingin Hidup Rukun

Jemaah Ahmadiyah diusir dan dipersekusi

Muhammad Yunus
Jum'at, 24 Desember 2021 | 14:13 WIB
Jemaah Ahmadiyah di Pengungsian: Kita Hanya Ingin Hidup Rukun
Risa, Jemaah Ahmadiyah saat menceritakan kisah yang pernah dialami. Diinterogasi guru saat sekolah [SuaraBali.id / Lalu Muhammad Helmi Akbar]

SuaraBali.id - Risa (20 tahun) perempuan jemaah Ahmadiyah. Ingat betul kejadian pada 2006 silam. Ia tidak akan melupakan momen ketika dia dan keluarga diangkut. Menggunakan truk Satpol PP meninggalkan rumahnya di Lombok Timur.

Saat itu, tak banyak yang ia tahu. Namun, sepemahamannya, berdiam diri di tempat tersebut bukanlah pilihan yang bijak.

Ia dan keluarga dibawa ke Transito, Kota Mataram. Mereka diminta menetap di lokasi yang sebelumnya sering digunakan sebagai tempat singgah oleh transmigran.

Seiring ia beranjak dewasa, ia mulai paham dengan dirinya. Bersamaan dengan rentetan peristiwa hidup keluarganya. Ia dan keluarga sempat keluar dari Transito ke Kampung Ketapang, Gunungsari Lombok Barat.

Baca Juga:Pemerintah Resmi Hapus Cuti Bersama Nataru, Fakta Baru Tewasnya Mahasiswa UNS

Namun, sekali lagi, dirinya dan keluarga mendapat perlakuan yang sama. Diusir dan dipersekusi.

Transito memang kembali jadi pilihan. Lokasi yang cukup aman meski tak dapat dikatakan layak untuk ditinggali.

Sekali lagi, pengalaman itu membuat Risa makin mengerti. Bahwa dirinya dan keluarga, dianggap sebagai kelompok orang yang berbeda. Rentetan peristiwa yang dilalui itu cukup sebagai contohnya.

Tak jarang, perlakuan diskriminatif diterima ia dan teman-temannya.

Risa ingat, sewaktu ia melanjutkan studi di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lombok Barat. Dirinya pernah dipanggil ke ruangan Bimbingan Konseling (BK) oleh guru Agamanya waktu itu.

Baca Juga:Masjid Disegel Satpol PP, Ketua MUI Depok Minta Jemaat Ahmadiyah Segera Bertaubat

"Kalau pas SMK cuman dipanggil ke BK aja sih, ditanya-tanya sama guru," katanya, Kamis (23/12/2021).

Ia dipanggil, kata Risa, ketika sudah duduk di kelas 3 SMK.

"Ditanya syahadatnya apa, kitabnya apa, nabinya siapa, saya jawab sama aja," kata Risa.

Kekeliruan itu yang menurut Risa ingin sekali ia jelaskan. Ihwal anggapan tentang jamaah Ahmadiyah yang sebetulnya tidak benar dan tak berdasar.

"Itu sih, kalok bilang syahadatnya beda, kitabnya beda, padahal kita juga sama kok, kita orang Islam," ujar Risa.

Kini, Risa sudah melanjutkan studi di salah satu perguruan tinggi di Kota Mataram. Berdasar apa yang ia rasakan, ia merasa lingkungan di perguruan tinggi lebih toleran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini