"Jadi, sudah sepantasnya bapak dan ibu (Perbarindo, red.) turut menjaga kekayaan budaya kita agar perekonomian bisa tetap berputar," ucapnya.
Koster mengatakan sudah selayaknya pelaku ekonomi menaruh perhatian besar pada budaya Bali bahkan harus sayang dan cinta, serta wajib turut memelihara keberadaan budaya di Bali.
"Jika budaya ini mati, perekonomian pun akan terancam lumpuh. Karena itu, jika ingin perekonomian tumbuh, harus diciptakan ekosistem yang berbasiskan budaya. Maka yang nomor satu saya bangun adalah budaya, karena budaya inilah akan menjadi ekosistem yang menghidupi sektor lain," kata Koster.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan kebijakan untuk pembangunan ekonomi Bali telah dirumuskan dalam Ekonomi Kerthi Bali yang merupakan konsep untuk menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali dengan memperhatikan potensi alam, manusia dan kebudayaan lokal Bali,
"Jalannya Ekonomi Kerthi Bali juga sangat membutuhkan peran aktif dari BPR yang sehat dan kuat. Karena itu, saya sangat membuka diri untuk berdiskusi dan merumuskan kebijakan guna mendukung eksistensi BPR di Bali ke depan," katanya. (ANTARA)