"Kita tunggu instruksi saja. Ini juga masih masa pemeliharaan. Masih jadi tanggung jawab kontraktor. Masa pemeliharaan kan sampai setahun," kata Ervan.
Jika melihat kondisi jalan yang putus, sebut dia, pihak penyedia jasa alami kerugian hingga ratusan juta. Namun itu hanya taksiran secara kasat mata saja, sebab belum ada penghitungan secara teknis.
"Kita sedang hitung. Taksiran kira-kira ratusan juta," pungkas Ervan.
Seperti diketahui, sebelum dilakukan pembongkaran, ketinggian air di pemukiman warga hampir mencapai leher orang dewasa. Karena takut air makin tinggi, warga kemudian membuat aliran air dengan membongkar jalan tersebut menggunakan eskavator proyek yang berada tak jauh dari lokasi tersebut.
Baca Juga:Marc Marquez Akan Datang ke Mandalika MotoGP 2022, Gubernur NTB Nyatakan Siap
"Jalan itu memang harus dibongkar, kalau ndak, masyarakat kami akan menderita," kata Syukur, Kepala Desa Sukadana.
Selanjutnya, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Barat, Reiza Setiawan mengatakan jalan bypass Awang menuju Kuta yang dijebol menggunakan eskavator akan segera diperbaiki. Reiza menjelaskan bahwa pembangunan jalan Bypass Mandalika-Awang baru selesai dibangun pihak penyedia jasa kurang dari satu bulan.
"Kita bangun jalan sudah selesai. Ini hanya persoalan gorong. Nanti kita minta pihak balai sungai buatkan drainase seperti apa, agar tidak banjir lagi," kata Reiza, Selasa (14/12/2021) kepada Suara.com.
Reza juga menambahkan bahwa perbaikan jalan Bypass Mandalika-Awang akan dilakukan sebelum event balap motor internasional MotoGP pada Maret 2021.
Menurut Reiza, banjir yang menerjang Dusun Songgong Desa Sukadana juga menjadi tanggung jawab Balai Jalan bersama PT ITDC sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus KEK Mandalika. Gorong-gorong untuk mengantisipasi banjir di Dusun Songgong akan dibuatkan.
Baca Juga:Tanggapan BPJN Soal Aksi Warga Bongkar Jalan Bypass di Mandalika - Awang
"Kita sedang bahas bersama ITDC. Nanti ini kan tangkapan air kewenangan dari balai sungai. Air juga akan masuk ke kawasan ITDC," katanya.