facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Bali Diajak Gunakan Kain Tenun Endek Asli

Muhammad Yunus Minggu, 12 Desember 2021 | 13:00 WIB

Warga Bali Diajak Gunakan Kain Tenun Endek Asli
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Koster saat membuka peragaan busana serangkaian Pameran IKM Bali Bangkit V di Denpasar, Sabtu (11/12/2021) [Antara]

Busana berbahan kain tenun endek asli dari Pulau Dewata

SuaraBali.id - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan pemprov setempat agar menggunakan busana berbahan kain tenun endek asli dari Pulau Dewata.

"Mari bersama kita jaga kelestarian warisan budaya daerah kita, salah satunya produksi kain tenun tradisional berupa endek asli Bali," kata Putri Koster saat membuka peragaan busana serangkaian Pameran IKM Bali Bangkit V di Denpasar, Sabtu 11 Desember 2021.

Menurut istri Gubernur Bali itu, dengan menggunakan kain tenun buatan daerah sendiri, maka secara tidak langsung kita menghidupkan kembali lingkaran perekonomian bagi perajin.

"Hal itu akan memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang menekuni pembuatan kain tenun tradisional Bali berupa endek. Jangan sampai warisan adiluhung yang sedari dulu dipertahankan para leluhur, lenyap di masa kini karena kita yang enggan atau tidak mau menggunakannya," ujarnya.

Baca Juga: Angkringan Ala Jogja Khas Bali di Jembrana, Apa Saja yang Ditawarkan?

Putri Koster mengajak agar jangan tergiur dengan harga murah, namun kualitas kain yang didapat kurang paten bahkan merupakan produksi luar Bali.

"Sebagian besar kain yang di pasaran adalah produksi luar Bali, yang dibuat dalam jumlah banyak dan dijual dengan harga murah," ucapnya.

Tindakan tersebut, kata dia, secara langsung membunuh perajin tenun tradisional Bali yang dengan susah payah menciptakan motif. Namun, tidak laku hanya gara-gara motif yang diciptakan tersebut sempat dijiplak dan dijual murah oleh oknum lain.

Dengan mengadakan peragaan busana melibatkan ASN maupun non-ASN, diharapkan setidaknya mampu membantu dan memberi peluang penjualan kain tenun tradisional Bali yang sedang dipamerkan di Taman Budaya Provinsi Bali.

Selain membuka peluang bisnis bagi perajin, kegiatan tersebut dapat memperlihatkan model baju dan tatanan berpakaian yang rapi, elegan dan tetap santun.

Baca Juga: Pengolahan Minyak Kelapa Khas Bali, Mulai Untuk Masakan Hingga Pakan Bebek

"Seksi itu tidak mesti terbuka, namun terlihat apik, elegan, rapi dan santun juga bisa dikatakan seksi. Karena seksi itu adalah 'good looking' di mata orang lain sekalipun pakaiannya tetap tertutup," kata Putri Koster.

Pada tahun mendatang, Dekranasda Provinsi Bali menyelenggarakan peragaan busana bagi 40 organisasi perangkat daerah secara bergilir.

Saat kegiatan berlangsung, akan dipersilahkan bagi tiga OPD menyiapkan pegawai dan stafnya untuk tampil. Masing-masing OPD menyiapkan 25 pasangan untuk tampil menggunakan pakaian kasual, pakaian ke kantor dan pakaian adat ke kantor.

Semuanya menggunakan kain yang terbuat dari tenun tradisional Bali dan didesain oleh desainer yang paham akan tata krama berpakaian rapi dan elegan untuk ke kantor. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait