alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bila Lahannya Tak Kunjung Dibayar, Amaq Bengkok Akan Tetap Tinggal di Sirkuit Mandalika

Eviera Paramita Sandi Kamis, 09 Desember 2021 | 16:42 WIB

Bila Lahannya Tak Kunjung Dibayar, Amaq Bengkok Akan Tetap Tinggal di Sirkuit Mandalika
Warga Dusun Ebunut tengah asyik menanam kedelai di pekarangan rumahnya yang dibatasi lintasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). [Foto : Suara.com / Lalu Muhammad Helmi Akbar]

Amaq Bengkok memang mengaku tanahnya belum dibayar. Ia juga tak mengetahui jelas kapan pembebasan lahan itu akan dilakukan.

SuaraBali.id - Persiapan menjelang ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya tinggal tiga bulan. Berbagai persiapan masih terus dilakukan guna mempersiapkan agar sirkuit jadi tempat yang nyaman bagi pebalap dan penonton.

Namun, ada pemandangan menarik di tengah persiapan yang terus digenjot itu. Di dalam Sirkuit Mandalika, warga masih melakukan kegiatan sebagaimana biasanya, seperti bertani.

Amaq Bengkok, salah seorang warga Dusun Ebunut, Desa Kuta Mandalika terlihat asyik tengah menanam kedelai di halaman rumahnya yang langsung berbatasan dengan lintasan Sirkuit Mandalika itu. Ia dan warga Dusun Ebunut lain masih memilih tinggal di dalam Sirkuit Mandalika sebab tanah miliknya belum dibebaskan oleh Indonesia Tourism Development and Corporation (ITDC).

Potret salah seorang rumah warga di dalam Sirkuit Mandalika, Dusun Ebunut, Lombok Tengah, NTB / Lalu Muhammad Helmi Akbar)
Potret salah seorang rumah warga di dalam Sirkuit Mandalika, Dusun Ebunut, Lombok Tengah, NTB / Lalu Muhammad Helmi Akbar)

Amaq Bengkok memang mengaku tanahnya belum dibayar. Ia juga tak mengetahui jelas kapan pembebasan lahan itu akan dilakukan.

Baca Juga: Disnakertrans NTB Minta Dilibatkan Dalam Rekrutmen Marshal MotoGP di Mandalika

“Iya belum dibayar,” kata Amaq Bengkok, pada Rabu sore, (8/12/2021).

Jika belum dibayarkan, kata Amaq Bengkok, ia dan keluarganya akan tetap tinggal di dalam sirkuit. Ia berharap akan ini cepat diselesaikan dengan seadil-adilnya.

“Tetap di sini kalau belum dibayar,” ucapnya lirih di sela-sela mengurusi tanaman kedelainya.

Potret lapak warga yang bediri di dalam kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB [Suara.com/Lalu Muhamad Helmi Akbar]
Potret lapak warga yang bediri di dalam kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB [Suara.com/Lalu Muhamad Helmi Akbar]

Seolah tak terganggu dengan deru mesin para kontraktor yang tengah menggenjot persiapan Sirkuit Mandalika, Amaq Bengkok tetap mencangkul tanah yang ia tanami kedelai tersebut. Sebab, di usianya yang sudah sepuh, itu satu-satunya mata pencaharian yang bisa Amaq Bengkok lakukan jika kondisi laut tak memungkinkan untuk berlayar. 

Amaq Bengkok tak sendiri menanam kedelai, kadang ia dibantu oleh Ibu-Ibu warga Ebunut lain. Hasil menanam kedelai ini, ucap Amaq Bengkok, akan ia jual dan hasilnya untuk menafkahi keluarga.

Baca Juga: Warga Masih Buka Warung Dalam Sirkuit Mandalika

Kedelai yang sedang ia garap tersebut ia mulai tanam tepat saat event World Superbike (WSBK) berlangsung di Sirkuit Mandalika. Kini, tinggi kedelai tersebut sudah hampir 20 cm.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait