Penyajiannya dengan cara memotong puluhan ayam untuk dimasak dengan cara dibakar, dilumuri bumbu sambal dan disajikan bagi warga sebagai rasa syukur, karena anak mereka menikah (Merarik"red bahasa sasak).
"Ciri khasnya makanan ini pedas dan biasanya disajikan setiap ada yang menikah," katanya.
"Tapi kalau untuk wisatawan asing, bumbunya tidak pedas, kita sesuaikan dengan lidah mereka," katanya.
Menurut dia apabila pandemi ini berakhir, pasti wisatawan yang akan datang cukup banyak dan pariwisata bisa pulih kembali. Terlebih dengan adanya kegiatan WSBK dan MotoGP di Sikuit Mandalika bisa menjadi magnet kunjungan wisatawan di Lombok khususnya dan berdampak bagi pelaku wisata atau masyarakat.
Baca Juga:Nasi Balap Puyung, Makanan Khas Lombok yang Wajib Dicoba Para Pebalap
"Semoga pandemi ini tuntas dan kegiatan balapan di Sirkuit Mandalika itu bisa membangkitkan pariwisata," katanya. (ANTARA)