alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Detik-Detik Penjor Patah di Depan Pura Agung Petilan Pengerebongan Bali

Eviera Paramita Sandi Sabtu, 27 November 2021 | 21:24 WIB

Detik-Detik Penjor Patah di Depan Pura Agung Petilan Pengerebongan Bali
Detik-detik Penjor patah di depan Pura Agung Petilan, Kesiman, Denpasar, Bali. [Foto : Tangkap Layar Instagram @deck_sotto]

Terlihat dalam video tersebut penjor besar tersebut miring dan akhirnya roboh seluruhnya

SuaraBali.id - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan penjor besar di depan Pura Agung Petilan Pengerebongan, Kesiman, Denpasar, Bali patah dan menjadi tontonan warga pada Sabtu (27/11/2021). Patahnya penjor di depan Pura Pengerebongan ini pun menyebabkan jalan di WR Supratman, Denpasar sempat ditutup.

Terlihat dalam video tersebut penjor besar tersebut miring dan akhirnya roboh seluruhnya. Dalam detik-detik penjor tersebut roboh terdengar orang-orang yang ada di jalan tersebut berseru.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @deck_sotto tersebut terdengar pula yang mengatakan penjor tersebut patah.

“Akhirnya penjor dari Abiantubuh patah, aduh semoga bisa diperbaiki,” ujar perekam.

Seperti diketahui hari ini, di sekitar Pura Pengerebongan memang tengah dilakukan pemasangan penjor dalam rangka upacara pengerebongan. Penjor yang biasanya dipasang di pura ini terkenal besar dan indah.

Pura Agung Petilan Pengerebongan memang rutin menggelar upacara Pengerebongan. Dan pada tahun ini puncak acara akan dilakukan besok, Minggu (28/11/2021).

Dilansir oleh kesimanpetilan.denpasarkota.go.id, Ngerebong adalah salah satu tradisi yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Bali, khususnya oleh masyarakat yang ada di Desa Kesiman, Denpasar yang juga kerap menjadi daya tarik lain para wisatawan.

Ngerebong sendiri merupakan bahasa Bali yang memiliki arti berkumpul. Pada saat tradisi Ngerebong diadakan, dipercaya jika para dewa sedang berkumpul.

Tradisi Ngerebong akan diadakan setiap 6 bulan sekali sesuai dengan penanggalan Bali, yaitu setiap 8 hari setelah Hari Raya Kuningan, pada hari Minggu / Redite Pon Wuku Medangsia.

Komentar

Berita Terkait