alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PAD Lombok Tengah Dapat Rp 69 Miliar dari Sirkuit Mandalika, Pajak Parkir Tertinggi

Eviera Paramita Sandi Kamis, 25 November 2021 | 12:35 WIB

PAD Lombok Tengah Dapat Rp 69 Miliar dari Sirkuit Mandalika, Pajak Parkir Tertinggi
Areal parkir barat Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB, [Suara.com / Lalu Muhammad Helmi Akbar]

Perputaran uang diprediksikan mencapai ratusan miliar, bahkan triliunan. Sehingga secara otomatis berdampak pada pendapatan daerah.

SuaraBali.id - Lombok Tengah meraup untung yang signifikan dari gelaran  balapan di Sirkuit Mandalika. Event Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan World Superbike (WSBK) meningkatkan Pendapatan asli daerah (PAD) Lombok Tengah hingga menembus angka Rp 69 miliar.

Salah satu pendapatan besar tersebut berasal dari pajak parkir selama event di Sirkuit Mandalika. Hal ini juga diakui oleh petugas parkir.

Seorang juru parkir (jukir) yang bertugas saat gelaran IATC dan WSBK, Solihin mengungkapkan bahwa jumlah penonton yang datang menggunakan kendaraan pribadi memang sangat tinggi. Solihin bertugas di areal Parkir Barat di Masjid Nurul Bilad.

"Kami sampai kewalahan, terutama di hari ketiga, areal parkir penuh," katanya Kamis (25/11/2021).

Ia menambahkan bahwa biaya parkir untuk kendaraan bermotor sebesar 5 ribu rupiah. Petugas parkir sendiri menurutnya telah ditentukan oleh pihak Indonesia Tourism Development and Corporation (ITDC).

"Saya bertugas selama tiga hari, uang hasil parkir selanjutnya kita serahkan ke ITDC," katanya.

Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri pun membenarkan hal tersebut.

“Itu diperoleh dari pajak hiburan 15 persen, pajak parkir 30 persen, pajak hotel dan restoran masing-masing sebesar 15 persen,” kata HL Pathul Bahri usai penandatanganan masterplan smart city di ruang rapat utama kantor bupati.

Dijelaskan, pendapatan itu kemudian akan dimasukkan ke dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD tahun anggaran 2022. Awalnya, pemkab menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun depan Rp 219 miliar.

Karena ada tambahan sebesar Rp 69 miliar, maka PAD meningkat tajam mencapai Rp 288 miliar.

Komentar

Berita Terkait