alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kepala BI Provinsi Bali : PPKM Ibarat Pil Pahit Yang Menyembuhkan

Eviera Paramita Sandi Kamis, 25 November 2021 | 11:23 WIB

Kepala BI Provinsi Bali : PPKM Ibarat Pil Pahit Yang Menyembuhkan
Bukit Campuhan. (Envato)

Adanya PPKM dan juga dibarengi gencarnya upaya vaksinasi COVID-19 dan terbukti telah melandaikan kasus baru COVID-19

Pengetatan wisatawan mancanegara (wisman) juga membuat kunjungan wisman menurun drastis. Dari awal Januari hingga 14 November 2021, tercatat kedatangan penumpang dari luar negeri mencapai 431 orang.

Angka ini jauh lebih rendah dari jumlah kunjungan tahun sebelumnya yang mencapai 1,21 juta orang. Sedangkan kedatangan penumpang domestik sudah mencapai 1,37 juta orang atau sedikit lebih rendah dari kunjungan tahun sebelumnya yang mencapai 1,41 juta orang.

Yang melegakan, kedatangan penumpang domestik per hari pada Oktober 2021 sudah hampir menyamai kunjungan per hari di tahun 2019.

Pihaknya memperkirakan kunjungan wisatawan pada triwulan IV 2021 akan terus membaik seiring kebijakan pelonggaan PPKM, program Work From Bali, dan program MICE.

Ditambah lagi dengan pembukaan pariwisata Bali bagi wisatawan mancanegara mulai 14 Oktober lalu dan penyelenggaraan perhelatan internasional seperti 1st FCBD, Badminton Indonesia Master, Indonesia Open dan International Youth Championship dan sebagainya.

Dengan beberapa indikator ekonomi yang diperkirakan semakin membaik, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bali pada 2022 akan berkisar pada 5,4 persen sampai dengan 6,2 persen.

Prokes Upaya Tingkatkan Kepercayaan

Meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berwisata ke Bali tentu harus terus diupayakan sebagai salah satu jalan untuk memulihkan kondisi ekonomi karena dampak pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, mengawal kondisi COVID-19 dengan terus disiplin protokol kesehatan dan meneruskan vaksinasi COVID-19, penting untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan, pelaku usaha dan konsumen ke Bali.

Selain itu, strategi jangka pendek lainnya dengan mencari pasar wisman potensial. Caranya melalui penerbangan langsung dari negara potensial namun statusnya aman (memperhatikan kasus konfirmasi, positivity rate, dan varian baru), kemudian kemudahan visa, dan memperpendek karantina.

Komentar

Berita Terkait