15 Makanan Tradisional Indonesia Paling Enak, Banyak yang Suka

Tak khayal, banyak yang menyukai makanan tradisional Indonesia, bahkan wisatawan mancanegara.

Pebriansyah Ariefana
Kamis, 18 November 2021 | 14:47 WIB
15 Makanan Tradisional Indonesia Paling Enak, Banyak yang Suka
Gudeg legendaris mbah Medi Kotagede (dok. Luki Antoro)
Ilustrasi Bika Ambon.
Ilustrasi Bika Ambon.

Bika Ambon adalah penganan khas Medan, Sumatera Utara. Terbuat dari bahan-bahan seperti tepung tapioka, telur, gula, dan santan. Bika Ambon yang dimasak selama 12 jam ini biasanya dapat bertahan dalam kondisi terbaik selama empat hari karena setelah itu kue tersebut mulai mengeras. Kue basah ini biasanya memiliki jaring-jaring pada bagian dalamnya.

Konon kue Bika Ambon terilhami dari Bika atau Bingka makanan khas Melayu. Selanjutnya bingka tersebut dimodifikasi dengan bahan pengembang berupa nira/tuak enau hingga berongga dan berbeda dari kue Bika asalnya. Kata Ambon dalam Bika Ambon adalah akronim dari Amplas Kebon, sebagaimana orang Medan suka menyingkat kata.

4. Pempek

es krim pempek (TikTok @siscakohl)
es krim pempek (TikTok @siscakohl)

Pempek atau empek-empek adalah makanan yang terbuat dari daging ikan yang digiling lembut yang dicampur tepung kanji atau tepung sagu, serta bahan lain seperti telur, bawang putih yang dihaluskan, penyedap rasa, dan garam. Pempek biasanya disajikan dengan kuah cuka yang memiliki rasa asam, manis, dan pedas.

Baca Juga:5 Makanan Khas Daerah Indonesia Paling Terkenal, Bisa Jadi Menu Rayakan Natal 2021

Pempek sering disebut sebagai makanan khas Palembang, meskipun hampir semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya. Pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Tionghoa ke Palembang, yakni pada abad ke-16. Menurut tradisi, nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan apek atau pek-pek, yakni sebutan untuk paman atau lelaki tua Tionghoa.

5. Seruit

Seruit adalah makanan khas daerah Lampung, yakni masakan ikan yang digoreng atau dibakar dicampur sambal terasi, tempoyak (olahan durian) atau mangga. Jenis ikan adalah besarnya ikan sungai seperti belide, baung, layis, dan lain-lain.

Lampung memiliki dua masyarakat adat, yakni Lampung Sai Batin dan Lampung Pepadun. Keduanya sama-sama memiliki kebiasaan berkumpul sehingga diperlukan makanan yang bisa dinikmati bersama-sama. Makanan tersebut adalah seruit. Namun, kebiasaan makan seruit tidak dimiliki oleh semua masyarakat adat, tetapi hanya secara turun temurun.

6. Ayam Bekakak

Baca Juga:Daftar Makanan Khas Bengkulu, Cocok Jadi Buah Tangan!

Bakakak hayam atau ayam merupakan kuliner tradisional khas Sunda yang berasal dari daerah Jawa Barat. Bakakak hayam adalah makanan pendamping atau lauk pauk untuk kelengkapan makan nasi. Bekakak berarti korban penyembelihan hewan atau manusia. Karena bentuknya yang seperti seseorang yang duduk bersila, maka disebutlah ayam bekakak dan dalam Bahasa Sunda disebut Bakakak.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak