alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral di Twitter, Menang Lelang Air Jordan Rp 435 Ribu Ternyata Fake

Eviera Paramita Sandi Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:48 WIB

Viral di Twitter, Menang Lelang Air Jordan Rp 435 Ribu Ternyata Fake
Lelang penipuan (twitter.com/txtdarionlshop)

Seperti yang terjadi pada seseorang yang tengah viral di Twitter. Melalui akun @txtdarionlineshop, ia mengalami penipuan lelang sepatu Air Jordan.

SuaraBali.id - Bagi beberapa orang lelang mungkin menyenangkan. Apalagi bila barang yang dimenangkan dari lelang barang bagus dan sesuai keinginannya. Namun kini nampaknya perlu waspada bila melakukan lelang dari media sosial yang ternyata penipuan.

Seperti yang terjadi pada seseorang yang tengah viral di Twitter. Melalui akun @txtdarionlineshop, ia mengalami penipuan lelang sepatu Air Jordan.  

"Menang lelang sepatu Air Jordan dengan harga 435k, enggan bayar karena ragu barang ori," tulis akun tersebut.

"Menurut pengakuan diancam sebar data jika tidak ditransfer, akhirnya dibayar dan ternyata barang fake, minta refund tapi ga digubris," imbuhnya.

Lelang penipuan (twitter.com/txtdarionlshop)
Lelang penipuan (twitter.com/txtdarionlshop)

Pada unggahannya di Twitter, akun tersebut mencantumkan bukti chat penipuan berkedok lelang murah.

Dalam hal ini, pengirim yang tak disebutkan namanya curhat kepada akun @txtdarionlineshop untuk membagikan pengalamnnya.

"Min boleh minta tolong banget enggak, up penipuan olshop akun lelang @auctionbosindonesia, jadi ceritana aku menang lelang sepatu Jordan dengan harga sangat rendah sebesar Rp 435 ribu," pesannya.

"Awalnya aku enggak mau transfer karena aku kurang percaya sepatu ori harga segitu, aku udah nyuruh fotoin kondisi sepatu, sellernya tetap kekeh bilang kondisi bisa dilihat setelah barang sampai, jika tidak sesuai maka bisa direfund," imbuhnya.

Namun setelah dua hari pesan seller tak digubris, penjual malah mengancam untuk screnshoot semua data instargam dan postingan.

Karena ancaman tersebut akhirnya pemenang seller mentransfer uang. Namun setelah barangnya sampai, bukan barang ori yang ia terima, melainkan barang bajakan.

Komentar

Berita Terkait