alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nyaris Tenggelam di Pantai Biaung Bali, Petrus Sebut Arus Kuat Seperti Ada yang Menarik

Eviera Paramita Sandi Selasa, 26 Oktober 2021 | 09:56 WIB

Nyaris Tenggelam di Pantai Biaung Bali, Petrus Sebut Arus Kuat Seperti Ada yang Menarik
Pria yang nyaris tenggelam di pantai Biaung Kesiman, Denpasar Timur, Bali . Foto Istimewa

Takut melihat arus makin kuat, Petrus memberitahu Dimas supaya keluar dari air. Mereka pun berusaha berenang ke pantai namun gagal.

SuaraBali.id - Pria yang nyaris tenggelam di pantai Biaung Kesiman, Denpasar Timur, Bali menceritakan detik-detik dirinya hampir terseret ombak besar saat berenang di pantai. Niat awal rekreasi di pantai bersama keluarga kandas dan berakhir tubuhnya lemas.

Kejadian ini dialami dua pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur yang nyaris tewas setelah terseret arus deras pantai tersebut. Satu korban dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi lemas.

Kejadian ini terjadi Senin 25 Oktober 2021 sekitar pukul 16.45 WITA. Petrus Umbu Robaka (31) mengatakan bahwa dia datang ke Pantai Biaung bersama anak istrinya sekadar untuk rekreasi.

Sedangkan temannya Umbu Maramba Awang alias Dimas (23) datang bersama pacarnya sekaligus adik Petrus. Setelah tiba di lokasi, kedua korban berniat berenang. Namun saat berada di tengah laut, arus laut mulai terasa deras.

"Saat berenang, celana saya sampai lepas. Tapi saat mau ambil celana itu sudah datang ombak dan rasanya di bagian bawah permukaan ada yang narik,” kata Petrus yang terlihat dalam kondisi lemas itu.

Takut melihat arus makin kuat, Petrus memberitahu Dimas supaya keluar dari air. Mereka pun berusaha berenang ke pantai namun gagal.

Pasalnya, keduanya merasa tidak kuat lagi. Hingga akhirnya keduanya berteriak minta tolong.

"Teman saya lepas celananya dan celana itu saya ayunkan putar-putar sebagai tanda, biar ada yang lihat dan menolong," katanya. 

Lantaran tidak ada yang menolong, keduanya terseret arus hingga ke tengah laut sekitar 100 meter. Beruntung tanda dari Petrus dilihat oleh adiknya, dan segera mencari pertolongan.

Menerima laporan, tim Balawista Kota Denpasar yang berjaga di Pos Matahari Terbit, Sanur segera memberi pertolongan. Warga sekitar yang menjadi nelayan pun turut berenang ke tengah menggunakan ban untuk menolong.

Komentar

Berita Terkait