Hingga pertengahan 1990-an, lebih dari 165 negara telah bergabung menjadi anggotanya. Di Tanah Air, induk organisasi tenis meja Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) yang didirikan pada tahun 1958.
Kejuaraan dunia untuk tenis meja, pertama kali diselenggarakan pada 1926 di London, Inggris. Hongaria menjadi pemenang kompetisi pingpong selama sembilan kali berturut-turut.
Lalu mulai pertengahan 1950, para atlet pingpong dari negara Asia mulai bermunculan. Jepang dan Cina mendominasi gelar juara dalam kompetisi tenis meja tersebut. Seiring berjalannya waktu, tenis meja diperkenalkan sebagai cabang olahraga di Olimpiade 1988, dengan kompetisi tunggal dan ganda putra serta putri.
Baca Juga:Sejarah Tenis Meja Hingga Peraturannya, Perhatikan Biar Makin Mahir
Mengutip dari laman Pongfit, ada 13 peraturan dalam permainan tenis meja sebagai berikut.
Permainan pingpong dimainkan hingga 11 poin. Pada umumnya nilai terbaik akan diambil tiga dari lima pertandingan terbaik.
Jika poin seri atau deuce dengan nilai poin 10-10, maka pemain diharuskan untuk melakukan servis secara bergantian.
Jika bola telah dilempar dan dipukul, namun pukulan meleset maka poin akan menjadi milik lawan.
Baca Juga:Tiba di Tokyo, Atlet Para Tenis Meja Indonesia Jalani Latihan Ringan
Jika bola memantul dua kali atau lebih di area lawan serta memantul ke samping bahkan menyentuh garis tepi, maka poin akan menjadi milik pemain.