- Apotemnophilia, yaitu fetish terhadap diri sendiri yang teramputasi.
- Anasteemaphilia, yaitu fetish terhadap ukuran tubuh ekstrem, seperti cebol atau raksasa.
- Agalmatophilia, yaitu jenis fetish terhadap patung.
- Actirasty, yaitu fetish terhadap cahaya matahari.
- Acrotomophilia, yaitu jenis fetish terhadap amputasi.
- Autogynephilia, yaitu fetish terhadap diri sendiri dalam bentuk wanita (khusus untuk pria).
- Autoplushophilia, adalah fetish terhadap diri sendiri ketika mengenakan kostum kartun hewan raksasa.
- Chasmophilia, adalah jenis fetish terhadap gua, lembah dan celah dinding
- Climacophilia, adalah fetish terhadap jatuh dari tangga.
- Coprophilia, yaitu fetish terhadap kotoran / feses.
- Ephebophilia, yaitu fetish terhadap remaja dewasa (15 – 19 tahun).
- Exhibitionism, yaitu fetish menunjukkan kemaluan kepada khalayak umum.
- Fetishism, yaitu jenis fetish terhadap sentuhan fisik kepada orang yang diinginkan.
- Formicophilia, adalah fetish terhadap serangga.
- Frotteurism, adalah fetish menyentuh orang asing di keramaian.
- Gerontophilia, adalah fetish terhadap orangtua.
- Hebephilia, adalah fetish terhadap remaja sekolah (11-14 tahun).
- Katoptronophilia, adalah jenis fetish pada hubungan seks di depan cermin.
- Knismolagnia, adalah jenis fetish terhadap rasa geli.
- Lithophilia, adalah jenis fetish terhadap batu dan kerikil.
Seseorang yang memiliki fetish terhadap sesuatu akan terdorong untuk melakukan aktivitas seksual dengan memakai atau menyentuh objek yang menarik perhatiannya. Pada kondisi tertentu, fetish memang menjadi kondisi yang normal karena hampir setiap orang memiliki ketertarikan seksual.
Namun, jika gairah fetish tersebut sangat mengganggu fungsi seksual, kehidupan, serta perilaku seseorang. Maka kondisi tersebut dianggap sebagai gangguan seksual.
(Rishna Maulina Pratama)
Baca Juga:Mengenal Jenis-Jenis Fetish Paling Aneh yang Ada di Dunia