alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sadis! Begini Kronologi Korban Tewas Pembacokan Kena Tebas Berkali-kali

Dythia Novianty Selasa, 27 Juli 2021 | 18:24 WIB

Sadis! Begini Kronologi Korban Tewas Pembacokan Kena Tebas Berkali-kali
Tersangka pembacokan di Monang Maning Bali. [Berita Bali/Istimewa]

Diawali dari kantor PT Beta Mandiri Multi Solution (BMMS) yang dipicu masalah kreditan motor.

SuaraBali.id - Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menjelaskan peristiwa pengeroyokan yang mengakibatkan Gede Budiarsana (GB) tewas.

Semua itu, diawali dari kantor PT Beta Mandiri Multi Solution (BMMS) yang dipicu masalah kreditan motor milik Jro Dollah karena pembayarannya macet sejak setahun lalu.

Kedua korban datang ke kantor PT.BBMS untuk meminta keringanan pembayaran tapi ditolak.

Kedua korban membela diri bahwa penarikan motor tidak boleh dilakukan pihak PT. BMMS karena harus ada putusan pengadilan.

Baca Juga: Kabar Baik! Kasus Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 308 Orang

Namun pembayaran kredit macet sepeda motor Lexy itu menjadi ricuh, setelah korban Gede Budiarsana terlihat marah dan langsung mengeluarkan pisau yang terbuat dari rantai kalung.

Merasa terancam, 7 Debt Colector itu balik menyerang kedua korban.

"Mungkin karena ada kesalahpahaman, korban mengeluarkan pisau rantai kalung. Jadi, melihat ini para pelaku terpicu emosinya hingga melakukan penyerangan," terangnya dilansir dari Berita Bali, Selasa (27/7/2021).

Melihat nyawa anak buahnya terancam, tersangka Benni Bakarbessy selaku pimpinan yang menjabat Direktur Perusahaan lantas mengeluarkan sejumlah pedang dari dalam kantor.

"Tersangka BB (Benni Bakarbessy) yang mengeluarkan pedang dan menyuruh para pelaku untuk menyerang kedua korban," ucapnya.

Sempat terjadi rebutan pedang dan saling pukul di kantor PT.BMMS tersebut. Namun lantaran kalah jumlah pengeroyok, kedua kakak beradik itu melarikan diri.

Baca Juga: Kronologi Video Viral Pembacokan di Cikarang, Berawal Saling Ledek

Dalam aksi kejar-kejaran itu, pelaku utama Wayan Sadia mengejar korban Gede Budiarsana sambil membawa parang hingga ke simpang Jalan Subur-Kalimutu Monang-maning Denpasar Barat.

Baca Juga

Berita Terkait