alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wisata Bali: Hilangkan Kalut ke Pura Taman Beji Cengana Badung yang Dijaga Lima Bidadari

RR Ukirsari Manggalani Kamis, 22 Juli 2021 | 22:45 WIB

Wisata Bali: Hilangkan Kalut ke Pura Taman Beji Cengana Badung yang Dijaga Lima Bidadari
[beritabali/ist/Pura Taman Beji Cengana di Darmasaba, Badung]

Berlokasi di Desa Adat Darmasaba, ada lima bidadari mengawal pancuran Pura Taman Beji Cengana di Abiansemal.

SuaraBali.id - Pura Taman Beji Cengana di Desa Adat Darmasaba, Kabupaten Badung, Bali  diyakini oleh krama di wilayah Desa Adat setempat maupun krama luar desa memberikan anugerah kesembuhan bagi krama yang mengalami inguh bayu atau gangguan ketenteraman jiwa.

Dikutip dari BeritaBali.com, jaringan SuaraBali.id, Bendesa Adat Darmasaba, I Made Suardana, Senin (19/7/2021) menyampaikan bahwa ada krama nunas toya atau tirta untuk digunakan sebagai pembersihan yang disebut pengelukatan bagi krama mengalami gangguan jiwa alias inguh bayu.

"Ya, dahulu sampai saat ini memang ada saja krama datang melukat mengajak sanak keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Tentu semua tetap dengan keyakinan akan pelugraan Ida sane melingga melinggih disini," jelasnya.

Selain itu, ada juga beberapa krama datang melukat karena mengalami inguh bayu berupa perasaan bingung. Atau membutuhkan ketenangan.

Baca Juga: Wisata Bali: Kisah Pura Ntegana Abiansemal Badung yang Dijaga Pasukan Tak Kasat Mata

"Ada juga datang mengaku ingin melukat karena pikiran kalut," cetusnya.

Wakil Bendesa Adat Darmasaba, I Nyoman Jinga menuturkan bahwa pura ini dijaga lima bidadari cantik. Kemunculannya telah disaksikan beberapa krama yang tangkil.

"Penghuni di sini, ada lima bidadari cantik yang kemunculannya disaksikan krama pada rahinan-rahinan tertentu saja. Memang keberadannya sempat disaksikan oleh beberapa krama di desa maupun krama dari luar desa. Datang dari pelinggih di atas kelebutan ataupun pancuran menuju ke arah pancuran," paparnya.

Bagi krama yang berkeinginan datang melukat biasanya membawa haturan berupa Pejati. Tentu sebelumnya, dengan memanggil atau mendak pemangku desa terlebih dahulu. Sehingga bisa menghaturkan banten yang dibawa krama akan melukat.

I Nyoman Jinga menambahkan, tidak ada pantangan tertentu datang melukat kecuali tetap bagi perempuan, yaitu dalam keadaan datang bulan tidak dianjurkan datang tangkil.

Baca Juga: Semester Pertama 2021, Mercedes-Benz Indonesia Mencetak Perolehan Positif

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait