alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Perbedaan Virus COVID-19 Varian Lambda dengan Alfa, Gamma dan Delta

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 09 Juli 2021 | 16:00 WIB

Perbedaan Virus COVID-19 Varian Lambda dengan Alfa, Gamma dan Delta
ILUSTRASI pasien COVID-19. [Istimewa]

Varian lambda pertama kali diamati di Peru, dan menyebar ke seluruh negara di Amerika Selatan dan menjadi strain yang dominan di sana.

SuaraBali.id - Perbedaan virus COVID-19 varian lambda dengan varian alfa, gamma dan varian delta. Varian Lambda pertama kali dikenali pada 14 Juni, setelah terdeteksi di lebih dari 25 negara di seluruh dunia.

Lantas, adakah beda gejala covid varian lambda itu dengan yang lain. Sebelum mengetahui gejala covid-19 varian lambda, berikut beberapa fakta awalnya.

Varian lambda pertama kali diamati di Peru, dan menyebar ke seluruh negara di Amerika Selatan dan menjadi strain yang dominan di sana.

Belakangan, varian Lambda juga telah terdeteksi di beberapa bagian Inggris dan beberapa negara Eropa, yang juga sedang memerangi wabah yang dipicu oleh varian Delta.

Baca Juga: Jual Sertifikasi Vaksinasi COVID-19 Palsu, Anak di Bawah Umur Diciduk Polisi

Dilansir dari Times of India, varian labda juga telah dideteksi di Indonesia. Tapi masih belum menjadi perhatian.

Peru, yang merupakan episentrum penyebaran varian Lambda, telah mencatat tingkat keparahan dan kematian yang tinggi sejak tahun lalu. Namun, belum dapat disimpulkan apakah varian tersebut bertanggung jawab di balik hal yang sama.

Namun demikian, para ahli merasa bahwa orang harus tetap berhati-hati tentang kemungkinan gejala covid, termasuk batuk terus menerus, intens, demam tinggi, perubahan rasa/bau, sesak napas, dan nyeri tubuh.

Namun, perlu diketahui bahwa meski varian Lambda tidak sepenuhnya merupakan varian baru, pertama kali terdeteksi pada Agustus 2020, di Peru, di mana ia menyumbang lebih dari 805 kasus infeksi dan kemudian menyebar ke negara tetangga, menjadi varian dominan.

Varian Lambda, meski belum menjadi varian yang menjadi perhatian, diragukan sebagai kemungkinan ancaman karena transmisibilitas tinggi dan fitur mutatif yang dibawanya.

Baca Juga: Kasus Harian COVID-19 DKI Hampir 13 ribu, 476 Balita Terpapar Dalam Sehari

Sesuai bukti ilmiah yang tersedia bagi kami, varian Lambda membawa setidaknya 7 mutasi pada protein lonjakannya, yang membuatnya mematikan dan menyebabkan penularan yang lebih tinggi. Varian Delta, sebuah VoC, memiliki tiga mutasi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait