Tujuannya agar tidak terlalu kejadian yang traumatik yang dialaminya.
"Kondisi saat ini masih trauma tetapi kondisi itu tidak ingin dimunculkan. Ia masih mengingat kejadian itu tentunya jika kembali lagi membuatnya seperti "kepepet" hingga membuatnya menjadi ketakutan," jelasnya.
Ia mengatakan memang memori kejadian itu kemungkinan kembali, tapi pelah-pelan jika nanti Aurelia bisa menerima akan kembali pulih seperti biasa.
Yuni Aryanti pada saat melakukan konseling hanya melakukan pemeriksaan lewat wawancara dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif.
Baca Juga:Ketua DPR Puan Maharani Minta Pencarian Korban KMP Yunicee Diteruskan
Sementara itu, sebelumnya Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan pihaknya berupaya melakukan proses pendampingan bagi korban selamat KMP Yunicee yang tenggelam.
Hal ini guna meminimalisir dampak psikologis bagi korban yang selamat.

Ia berharap pendampingan itu bisa mengendalikan dampak emosional atas musibah tenggelamnya kapal yang menelan korban jiwa tersebut.
Rencananya Bupati Tamba akan mengunjungi warganya yang selamat dari musibah itu.
“Kita prihatin sekali dengan musibah ini. Tercatat, ada warga kami yang meninggal dunia. Mengurangi dampak psikis, kita akan berikan konseling, mengunjungi korban yang selamat sekaligus memastikan hak-hak mereka terpenuhi,“ ujar Tamba saat mengunjungi korban di Gilimanuk.
Baca Juga:Belasan Korban KMP Yunacee Tenggelam Masih Hilang, KN SAR Permadi Dikirim ke Selat Bali