alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pasar Blahbatuh Gianyar Bali, Awalnya Berlokasi di "Telajakan" Puri

RR Ukirsari Manggalani Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:42 WIB

Pasar Blahbatuh Gianyar Bali, Awalnya Berlokasi di "Telajakan" Puri
Pasar Umum Blahbatuh [BeritaBali.com].

Pihak desa dan pemerintah kala itu rapat di puri minta diberikan hak guna pakai untuk dijadikan fasilitas umum.

SuaraBali.id - Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Alit Kakarsana, mengisahkan Pasar Blahbatuh, Gianyar Bali yang mengalami kebakaran pada 15 Juni 2021 berada di lokasi saat ini sejak 1980-an. Sebelumnya, aktivitas jual beli berlangsung di telajakan (lahan pinggir jalan-red) Puri.

"Awal-awal zaman kemerdekaan, Puri Blahbatuh memang dijadikan sebagai pusat fasilitas umum untuk masyarakat oleh pemerintah kala itu. Termasuk pusat perekonomian masyarakat yakni pasar yang menggunakan lahan telajakan puri," jelasnya.

Dikutip dari BeritaBali.com, jaringan SuaraBali.id, dinamai pasar tenten dengan Pura Melanting di sebelah barat daya puri. Semakin berkembangnya pasar tenten, membuat telajakan puri tidak memungkinkan lagi menjadi tempat jual beli. Sehingga sekitar 1987, pedagang dipindah ke Pasar Blahbatuh lokasi kini.

"Setelah pasar dibangun, lahan telajakan puri kembali dimanfaatkan puri," kenangnya.

Sementara setelah pasar dipindah ke lokasi saat ini, peran puri tidak hilang begitu saja, sebab masih ada lahan "due" sekitar 10 are lebih yang dipakai pemerintah sebagai pasar. Termasuk sejumlah tempat penunjang fasilitas umum.

Baca Juga: Ini Prediksi Inden Daihatsu Rocky, Mungkin Bisa Lebih Cepat Bila ...

"Tiyang masih ingat bagaimana pihak desa dan pemerintah kala itu rapat di puri minta agar diberikan hak guna pakai sejumlah lahan puri untuk dijadikan fasilitas umum," jelasnya.

Disinggung terkait status, lahan saat ini, Agung Kakarsana mengatakan hal ini masih dikomunikasikan pemerintah.

"Terkait lahan dulu hanya diberikan hak pakai saja. Tugu pahlawan, pasar sekarang setengah, SMP Negeri. Karena pemerintah dulu belum ada lokasi strategis, dan tidak ada anggaran pembebasan lahan. Maka diberikan karena puri juga merasa harus mengayomi masyarakat," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait