alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jenis-jenis Tari Bali, Bukan Cuma Pendet dan Kecak, Ternyata Banyak Banget

Pebriansyah Ariefana Senin, 31 Mei 2021 | 14:23 WIB

Jenis-jenis Tari Bali, Bukan Cuma Pendet dan Kecak, Ternyata Banyak Banget
Tari Kecak Bali. (Dok: Kemenparekraf)

Tak heran mengapa banyak wisatawan terpikat dengan keindahan budaya Bali dan selalu ingin kembali.

SuaraBali.id - Jenis-jenis tari Bali. Tarian Bali ternyata bukan hanya Tari Pendet dan Tari Kecak. Namun ada banyak.

Bali memang kaya akan tradisi, hal tersebut nampak jelas dengan beragam tarian tradisional yang dimiliki oleh suku Bali. Tak heran mengapa banyak wisatawan terpikat dengan keindahan budaya Bali dan selalu ingin kembali.

Sama halnya dengan tarian tradisional suku lainnya, bali memiliki beberapa tarian adat tak hanya tari kecak dan pendet. Seni tari bali ini terbagi menjadi tiga pilihan yaitu wali atau seni pertunjukan sakral, bebali yaitu tarian untuk upacara dan juga untuk pengunjung, kemudian balih-balihan yaitu seni tari untuk pengunjung.

1. Wali

Baca Juga: Asal Usul Upacara Ngaben Bali, Tujuan, Hingga Jenis-jenisnya

Sang Hyang Dedari, merupakan tarian sakral karena kemasukan roh, baik roh dedari atau bidadadari mapun binatang yang memiliki kekuatan gaib.

Tarian ini telah ada dan merupakan warisan pra-Hindu yang bertujuan menolak bala yaitu memohon keselamatan dari bencana alam atau wabah penyakit.

Tarian ini diiringi dengan menyanyikan tembang pemujaan dengan iringan tetabuhan, dilakukan sepasang penari cilik sebelumnya diupacarai dan dinyanyikan gending sanghyang dedari sampai pingsan. Hal tersebut merupakan tanda masuknya roh dedari.

Sang Hyang Jaran, merupakan tarian yang dilakukan oleh seorang pria yang mengendarai kuda-kudaan yang terbuat dari pelapah atau daun kelapa.

Ketika roh telah merasuki sang penari, ia akan berjalan dan berlari-lari kecil dengan kaki telanjang di atas bara api batok kelapa.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Work from Bali Bisa Jadi Pilihan untuk Bekerja Daring

Tarian ini dilakukan ketika masyarakat prihatin akan keadaan alam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait