alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anak bunuh Bapak Pakai Sabit dan Linggis di Sanggalangit Bali

Pebriansyah Ariefana Kamis, 20 Mei 2021 | 10:42 WIB

Anak bunuh Bapak Pakai Sabit dan Linggis di Sanggalangit Bali
Anak bunuh bapak di Sanggalangit Bali. Anak bunuh bapak pakai sabit dan linggis hingga tewas mengenaskan. (Beritabali)

Kini polisi masih menggali keterangan dari beberapa orang saksi di lingkungan keluarga korban maupun pelaku.

SuaraBali.id - Anak bunuh bapak di Sanggalangit Bali. Anak bunuh bapak pakai sabit dan linggis hingga tewas mengenaskan.

Kini polisi masih menggali keterangan dari beberapa orang saksi di lingkungan keluarga korban maupun pelaku.

Polisi kembali memeriksa pelaku pembunuhan Wayan Purna (72), yakni anak korban bernama Gede Darmika untuk didengarkan keterangannya dalam melengkapi berkas.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya mengatakan Darmika saat ini diperiksa polisi untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan.

Baca Juga: Polisi, Tentara dan Dukcapil Razia KTP di Pelabuhan Benoa Bali

Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 3 orang saksi, dalam kasus pembunuhan yang dilakukan Darmika terhadap ayahnya sendiri di Desa Sanggalangit, Buleleng.

“Ketiga orang saksi itu dari keluarga korban. Namun tidak terlepas juga nanti, akan ada pemeriksaan saksi lain yang mengetahui kejadian itu maupun yang mendengar langsung, untuk dimintai keterangan,” papar Sumarjaya, Rabu (19/5/2021).

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka Darmika disangkakan dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

“Tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke Pasal KUHP yang lain terkait kasus yang menjerat tersangka Darmika, kita masih tunggu hasilnya,” ujar Sumarjaya.

Mengingat hasil penyelidikan dan penyidikan sementara oleh Unit Reskrim Polsek Gerokgak, pelaku Darmika sebelum melakukan aksi pembunuhan sempat menyiapkan peralatan seperti sabit dan linggis untuk menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri secara tragis.

Baca Juga: Bupati Jembrana Lapor Parekraf: Areanya Punya Potensi Wisata Otomotif

Iptu Sumarjaya pun memastikan, jika pelaku dalam kondisi sehat. Artinya, tidak ada gejala gangguan mental dan tidak ada gangguan kejiwaan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait