alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kapal China Temukan Serpihan KRI Nanggala di Laut Bali

Pebriansyah Ariefana Selasa, 18 Mei 2021 | 15:24 WIB

Kapal China Temukan Serpihan KRI Nanggala di Laut Bali
Bagian kapal KRI Nanggala 402 hasil citra Remotely Operated Vehicle (ROV) MV Swift Rescue ditunjukkan saat konferensi pers di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Minggu (25/4/2021). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Kapal Cina yang menemukan, yakni Tan Suo 2 yang dikerahkan untuk membantu mengevakuasi KRI Nanggala-402.

SuaraBali.id - Kapal China temukan serpihak KRI Nanggala di laut Bali. Hal itu dikatakan Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto.

Kapal Cina yang menemukan, yakni Tan Suo 2 yang dikerahkan untuk membantu mengevakuasi KRI Nanggala-402.

Iwan dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AL Denpasar, Bali, Selasa, 18 Mei 2021, mengatakan, potongan badan yang ditemukan di antaranya antena ESM, pelindung kabel torpedo, pelat badan luar, hidrofon PRS, technical handbook, liferaft, dan technical manual.

Selanjutnya, barang-barang tersebut dibawa di KRI Teluk Banten kemudian disimpan dengan baik sebagai bukti pengangkatan badan kapal yang dilakukan dari kapal-kapal negara sahabat.

Baca Juga: Daftar Tempat Wisata di Bali: Pantai Kuta hingga Seminyak

Sebelumnya, Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Muhammad Ali menyebutkan, tiga kapal China dikerahkan untuk membantu mengevakuasi KRI Nanggala, yakni Tug Nantuo-195, Rescue Yong Xing Dao-863, dan Tan Suo 2. Masing-masing kapal memiliki spesifikasi yang berbeda-beda.

Tan Suo 2 memiliki kemampuan scientific salvage, yakni kemampuan mengangkat benda dari bawah air. "Di mana dia bisa membawa submachical kemudian para expert dari oseanografi maupun hidrografi," kata Ali.

Sementara untuk kapal Nantuo-195 merupakan kapal ocean tug yang bisa mengangkat barang berat di lautan. Berbeda dengan dua kapal ini, yakni Yong Xing Dao-863 berupa kapal rescue yang dilengkapi dengan berbagai peralatan teknologi dan kapal selam mini.

"Ini dilengkapi dengan peralatan robotik, kemudian side scan sonar dan multibeam echosounder dengan peralatan medis untuk chamber. Jadi, kalau ada kecelakaan pada penyelam, dia bisa langsung kasih chamber kepada penyelam," ujarnya.

Baca Juga: Pemudik Kembali ke Denpasar Bali Harus Bawa Surat Bebas COVID-19

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait