Tugas berat, kata Ustadz Somad, selama ini diemban oleh TNI Angkatan Laut yang menghadapi berbagai tantangan dari kurangnya personel dan armada, luasnya wilayah yang harus dijaga, besarnya kekayaan yang mengundang berbagai kepentingan asing, hingga penyusupan-penyusupan yang terus terjadi.
![KRI Nanggala 402 saat di perairan [bennybery/dok]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/26/41348-kri-nanggala-402-saat-di-perairan-bennyberydok.jpg)
Oleh sebab itu, kini Ustadz Somad memgajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga laut.
"Lautan kita yang luas, yang pernah dijaga dengan gagah oleh Laksamana Nala, Pati Unus, Malahayati, Baabullah, dan Nuku; yang pernah diharumkan oleh kegigihan RE Martadinata hingga pengorbanan Yos Sudarso, kini menjadi amanat di pundak kita semua, agar dapat kita wariskan kepada anak cucu kita kelak," katanya.
Meski banyak yang memuji tujuan Ustadz Somad, namun ada pula yang menilai bahwa langkahnya itu sebenarnya adalah sindiran. Hal itu dapat di bawah kolom komentar unggahan tersebut.
Baca Juga:Sejarah KRI Nanggala 402: Perbaikan, Teknologi Hingga Usia yang Uzur
"Ini adalah satire yang nyesek," kata @Agus8harianto.
"Kalian paham nggak maksud dari postingan ini apa? Ini sindiran, guys. Be smart people," komentar @Delianaaa02.