Viral Pria Mau Setubuhi Istri Kru KRI Nanggala, Imam Ngaku Facebook Diretas

Dalam video klarifikasi yang beredar, Imam Kurniawan menyangkal dan mengaku tak tahu-menahu soal unggahan itu hingga bawa-bawa perihal agama.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 26 April 2021 | 15:35 WIB
Viral Pria Mau Setubuhi Istri Kru KRI Nanggala, Imam Ngaku Facebook Diretas
Pria yang komentar hina tragedi KRI Nanggala 402 menangis saat ditangkap (Twitter)

“Namanya kita kerja, mana mungkinlah ada waktu main HP ketika kerja di ladang. Kan mencangkul sehari-harinya aku."

Imam Kurniawan pun merasa menjadi korban. Namun, Imam Kurniawan tetap menyampaikan permintaan maafnya.

“Kalau misalnya, seumpama, kalau keluarga dari Bapak Polres ataupun orang yang saya maksud ini, walaupun bukan saya bikin postingan itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujar Imam Kurniawan.

Imam Kurniawan menyatakan siap bertanggung jawab dan menerima konsekuensi dari unggahan di akun Facebook miliknya.

Baca Juga:Komentar Negatif soal KRI Nanggala, Pria di Medan Diperiksa Polisi

“Tetapi saya berani, namanya kita Islam, diajarkan untuk berani maju di saat kita benar. Di saat kita salah, saya menerima salah. Tapi kalau saya benar, saya berani maju sampai kapan pun,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam unggahannya belum lama ini, Imam Kurniawan menuliskan sesuatu yang meresahkan dan dianggap melecehkan keluarga besar TNI.

“Di saat kapal selammu tenggelam, di situ istrimu ku ew*,” tulisnya melalui Facebook, sebagaimana dikutip terkini.id, Senin (26/4/2021) dari tangkapan layar yang ramai beredar.

Unggahannya tersebut seketika menarik perhatian banyak pihak hingga langsung viral di media sosial.

Akibatnya, ia pun dihujat beramai-ramai karena dinilai tidak peduli dengan musibah yang dialami keluarga TNI, khususnya kru KRI Nanggala-402.

Baca Juga:Raditaka Gugur di KRI Nanggala 402, Sebelum Tugas Belikan Mukena Ibunda

Tak berselang lama setelah unggahannya viral di Tanah Air, Imam Kurniawan pun diciduk oleh prajurit TNI.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak