Sadis! Majikan Todong Pistol ke Pembantu, Nyuruh Batalkan Puasa

Sementara sang majikan pun sudah ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Ada dua pembantu yang digebuki majikan itu.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 16 April 2021 | 18:24 WIB
Sadis! Majikan Todong Pistol ke Pembantu, Nyuruh Batalkan Puasa
Karyawan dianiaya majikan karena puasa hingga memar [Terkini.id]

Adapun, penyebab kejadian tersebut, karena majikan tidak suka jika kedua pembantunya itu berpuasa selama Ramadan dan memaksa mereka untuk tidak berpuasa dan membatalkan puasa.

“Saat korban menolak perintah tersebut, tersangka tidak puas dan menampar kepala korban satu kali. Mereka juga dipukul dengan tongkat dan ditodong dengan pistol, “katanya.

Kini, pelaku harus terpaksa mendekam di balik jeruji besi. Sang majikan yang berusia 43 tahun itu ditangkap untuk mempertenggungjawabkan kasusnya, lantaran pelanggaran Pasal 323 pidana dan Pasal 506 pidana.

Dikecam komunitas Muslim

Baca Juga:Gara-gara Berpuasa, 2 Orang Satpam Dianiaya Majikan hingga Babak-belur

Komunitas muslim marah besar ada majikan paksa pembantu batalkan puasa. Bahkan pembantu itu dihajar hingga ditodong pistol.

Perbuatan itu dianggap menghina Islam. Komunitas muslim di Malaysia meluapkan kemarahannya, terlebih hal itu dilakukan di bulan suci Ramadhan.

Perhimpunan Muslim PPIM menganggap kasus ini sebagai sesuatu yang serius. Sebab, dikhawatirkan bisa menjadi penyebab kerusuhan rasial.

Kepala PPIM Datuk Nadzim Johan mengecam keras majikan yang bertindak di luar batas itu, lantaran dinilai menghina Islam. Mereka mendesak agar segera dilakukan tindakan tegas terhadap pengusaha yang tersebut.

Apalagi, sang majikan belakangan juga ditengarai terlibat kasus penemuan emas batangan dan uang tunai asing senilai jutaan ringgit pada hari sebelumnya.

Baca Juga:Menghina Islam! Umat Muslim Marah Majikan Paksa Pembantu Batalkan Puasa

“Kami pikir ini adalah sesuatu yang menarik perhatian semua orang. Ini sekarang, apalagi lima tahun, 10 tahun lagi, apa yang akan terjadi pada negara karena (kejadian ini) jika tidak ditindak tegas. Ada yang tidak beres dengan sistem di negara kita,” katanya seperti dilansir Hops.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak