facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ustadz Tengku Zul Bongkar 1 Alasan Nabi Muhammad Dibenci dan Mau Dibunuh

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 16 April 2021 | 13:03 WIB

Ustadz Tengku Zul Bongkar 1 Alasan Nabi Muhammad Dibenci dan Mau Dibunuh
Tengku Zul Sebut Komunisme Biadab (YouTube Tengku Zulkarnain).

Kisah itu dimulai dari Nabi Muhammad sempat diberi gelar Al-Amin dan mendapat perlakuan yang sangat buruk.

SuaraBali.id - Ustadz Tengku Zul penuh kontroversi lewat pendapatnya. Kini Ustadz Tengku Zul serius. Ustadz Tengku Zul ungkap alasan Nabi Muhammad dibenci dan mau dibunuh.

Kisah itu dimulai dari Nabi Muhammad sempat diberi gelar Al-Amin dan mendapat perlakuan yang sangat buruk. Nabi terakhir bagi umat muslim tersebut pada suatu waktu pernah diincar dan dikepung di sekitar area rumahnya untuk dihabisi nyawa-Nya.

“Dulu Nabi Muhammad yang sempat digelari al Amin, dibenci, dibully, dinista, dianiaya, bahkan kemudian diincar dikepung di rumahnya untuk dibunuh. Seluruh kaum di Makkah bersatu untuk membunuh beliau,” kata Tengku Zul dalam kicauan di akun jejaring media sosial Twitter miliknya @ustadtengkuzul, dikutip Hops (jaringan Suara.com) pada Jumat (16/4/2021).

Tengku Zul menjabarkan soal penyebab di balik kebencian banyak orang di Makkah terhadap orang suci tersebut. Nabi Muhammad dibenci karena ingin dan mengajak agar manusia menyembah serta beriman kepada satu Tuhan saja.

Baca Juga: Bagaimana Jika Terlanjur Hubungan Intim saat Puasa? Ini Jawaban Rasulullah

Ilustrasi kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati. (Shutterstock)
Ilustrasi kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati. (Shutterstock)

“Apa sih salah beliau? Cuma mau mengajak umat menyembah satu Tuhan saja dan beriman,” tandas Tengku Zul.

Salah satu kisah kebencian mendalam ke Nabi Muhammad dilakukan oleh Abu Lahab. Nabi Muhammad pernah memukul Rasulullah dengan batu hingga kedua tumit beliau berdarah.

Kala itu, Abu Lahab dan istrinya mendengar turunnya ayat Al Quran itu, dia langsung mendatangi Rasulullah SAW yang sedang duduk bersama Abu Bakar ash-Shiddiq.

Kemudian dia membawa segenggam batu, namun ketika dia berdiri di hadapan keduanya, Allah membutakan pandangannya dari beliau sehingga dia tidak melihat selain Abu Bakar, lalu dia berkata dengan lantang: “wahai Abu Bakar! Mana sahabatmu itu? Aku mendapat berita bahwa dia telah mengejekku. Demi Allah! andai aku menemuinya niscaya akan aku tampar mulutnya dengan segenggam batu ini”.

Baca Juga: Yahya Waloni Protes Diberi Kursi Gereja, Tengku Zul: Azab di Akhirat Kelak

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait