alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologis Paspampres Larang Wartawan Wawancara Bobby Nasution

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 16 April 2021 | 06:10 WIB

Kronologis Paspampres Larang Wartawan Wawancara Bobby Nasution
Menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution saat berada di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut. [Suara.com/Muhlis]

Komandan Paspampres Mayjen Agus Subianto mengatakan si wartawan yang mau wawancara Bobby Nasution tidak membawa tanda pengenal.

SuaraBali.id - Kronologis Paspampres larang wartawan wawancara Bobby Nasution sebagai wali kota Medan. Bobby Nasution adalah mantu Jokowi.

Kronologis ini versi Paspampres. Komandan Paspampres Mayjen Agus Subianto mengatakan si wartawan yang mau wawancara Bobby Nasution tidak membawa tanda pengenal.

Sebelum Paspampres ikut andil, anggota Satpol PP dan kepolisian sudah memperingatkan. Namun, dua orang tersebut tak menggubris dan tetap ngotot untuk mewawancarai Bobby.

"Diawali datang dua orang, masuk ke Pemkot tidak sesuai prosedur dan tidak menggunakan tanda pengenal," kata Agus, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga: Duduk Perkara Paspampres Halangi Wartawan Wawancarai Bobby Nasution

"Dicegah oleh polisi dan Satpol PP, kemungkinan tidak terima ditegur," ujarnya.

Wali Kota Medan Bobby Nasution. [Ist]
Wali Kota Medan Bobby Nasution. [Ist]

Agus menengaskan, ini terjadi hanya dikarenakan anggotanya ingin melaksanakan tugas sesuai aturan. Paspampres ditugaskan menjaga Bobby sebagai bagian dari keluarga Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Kabag Humas Setdako Medan Arrahman Pane mengatakan, wali kota tidak pernah melarang untuk diliput maupun diwawancarai wartawan saat berada di lapangan.

"Bapak Wali Kota selama ini cukup terbuka dan selalu mendekatkan diri dengan kawan-kawan wartawan. Bahkan, usai kegiatan di lapangan, beliau selalu bertanya apakah ada waratawan yang ingin bertanya," katanya.

Arrahman Pane menilai, peristiwa yang terjadi sebagai bentuk kesalahpahaman.

Baca Juga: Dilarang Wawancara, Wartawan Demo di Kantor Mantu Jokowi Bobby Nasution

"Sebenarnya, permasalahan ini hanya miskomunikasi saja. Kemarin ada dua rekan wartawan yang ingin wawancara langsung dengan Bapak Wali Kota. Seharusnya, mereka bisa koordinasi dengan kita. Apalagi kita saat itu berada di kantor. Kita selama ini selalu terbuka untuk rekan-rekan wartawan," tukasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait