Wisata Bali: Upacara Tumpek Uduh, Agar Panen Kebun Melimpah

Seremoni ini digelar sebelum menyambut Hari Raya Galungan.

RR Ukirsari Manggalani
Senin, 29 Maret 2021 | 09:45 WIB
Wisata Bali: Upacara Tumpek Uduh, Agar Panen Kebun Melimpah
Umat Hindu menggelar persembahyangan Hari Raya Galungan di Ubud, Bali dengan sarana pelengkap upakara. Sebagai ilustrasi [Suara.com].

SuaraBali.id - Dalam menyambut Hari Raya Galungan, dibutuhkan sarana pelengkap upakara. Antara lain adalah hasil panen kebun yang melimpah. Untuk itu, sebelum perayaan ini dilakukan seremoni Tumpek Uduh.

Dikutip dari BeritaBali.com, jaringan SuaraBali.id, setiap enam bulan sekali, yaitu 25 hari menjelang Hari Raya Galungan pada penanggalan tradisional Saniscara Kliwon Wuku Wariga, sebagian besar warga Bali yang memiliki kebun melaksanakan ritual "Ngatag".

Seperti yang dilakukan salah seorang warga asal Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Ni Wayan Wage (70) pada pekan lalu.

Mulai pagi, di hari yang disebut Tumpek Pengatag, Tumpek Uduh atau Tumpek Bubuh ini, ia mulai berkeliling di kebun miliknya dan menghampiri setiap pohon yang ada seperti salak, pisang, kelapa, pepaya, manggis, dan lainnya, sembari membawa beberapa perlengkapan ritual seperti, canang, "tipat taluh", "samsam segau", jajan kelepon hingga sabit.

Baca Juga:Wisata Bali: Desa Bongkasa Pertiwi Tawarkan Wisata Alam, Lokasi Dekat Ubud

"Ini semua perlengkapan untuk dipakai Ngatag, doanya agar pohonnya berbuah lebat sehingga bisa dipakai saat Hari Raya Galungan nanti," tutur Wage dalam Bahasa Bali yang sudah diterjemahkan.

Saat melaksanakan ritual, pohon yang sebelumnya sudah diikatkan ambu (daun aren muda), akan dihaturkan canang beserta beberapa sarana lainnya seperti tipat taluh hingga samsam segau, kemudian pohon dipukul-pukul menggunakan punggung sabit, sambil mengucapkan kata, "Kaki-kaki Galungan bin selae, nged… nged… nged…," dilanjutkan dengan melemparkan jajan kelepon ke arah atas.

Meski belum diketahui secara pasti tentang makna dari kata-kata itu, namun warga meyakininya sebagai ungkapan rasa syukur dan juga sebagai doa kepada Tuhan agar nanti saat menjelang hari raya Galungan hasil panen kebun melimpah dan bisa dipergunakan sebagai sarana pelengkap upakara yang dibuat saat Hari Raya Galungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini