SuaraBali.id - Seorang bocah dipasung oleh ayah kandungnya sendiri selama satu tahun belakangan. Dia dibiarkan kelaparan dengan kondisi telanjang, kaki dirantai dan dikurung di dalam drum.
Bocah itu usianya masih 10 tahun tapi harus mengalami nasib memilukan. Selama berhari-hari, dia tidak diberi makan oleh ayahnya dan tinggal di drum yang sempit.
Bocah dipasung akhirnya bisa diselamatkan oleh kepolisian Brazial baru-baru ini ketika usianya sudah 11 tahun.
Menyadur The Sun, Selasa (2/2/2021) petugas menemukan bocah itu telanjang, tangan dan kakinya dirantai ke sebuah drum dan ditempat di bangunan kecil serta sempit.
Baca Juga:Bikin Merinding, Viral Pasien Covid-19 Teriak Kelaparan di Wisma Atlet
Petugas berhasil menyelamatkan anak tersebut pada 30 Januari, setelah tetangga bocah itu melaporkan bahwa ia sudah lama tidak tampak di lingkungannya.
Ayah bocah tersebut beserta pacar dan putrinya ditahan oleh pihak berwenang, karena dicurigai sengaja melakukan penyiksaan.
Menurut keterangan polisi, bocah lelaki itu dipaksa berdiri di dalam drum setiap hari, bahkan disuruh buang air kecil dan besar di dalamnya.
![Bocah 11 tahun dipasung di dalam drum oleh ayahnya.[Dok.Kepolisian Brasil via The Sun]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/02/02/55393-bocah-11-tahun-dipasung-di-dalam-drum-oleh-ayahnya.jpg)
Petugas menjelaskan bagaimana mereka menemukan bocah malang itu tidak berpakaian, lemah dan dengan tanda-tanda kekurangan gizi.
Kakinya bengkak karena terus berdiri. Petugas juga menemukan tinja dan bau pesing yang menyengat.
Baca Juga:Menghebohkan Wisma Atlet, Viral Pasien Covid-19 Teriak Kelaparan
Polisi harus menggunakan pemotong besi untuk membebaskan bocah itu dari rantai dan saat penyelamatan tersebut bocah itu merintih: "Aku hanya ingin makan."
Bocah tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit di sekitar tempat tinggalnya sebelumnya akhirnya dirawat oleh bibi dari pihak ayahnya.
Menurut laporan media lokal, dia mengatakan kepada polisi bahwa ayahnya dengan kejam melemparkan cairan pemutih dan air dingin ke badannya.
Anak tersebut juga memberikan kesaksian dia tidak makan apapun selama tiga hari dan mengalami penyiksaan tersebut sejak dia berusia 10 tahun.
"Dia bahkan makan kotorannya karena dia tidak punya makanan. Saya sudah bekerja di polisi selama 23 tahun, dan kami telah melihat semuanya, tetapi itu tidak pernah terjadi." jelas Sersan Mike Jackson, yang membantu membebaskan anak itu.
Ayah bocah itu, yang bekerja sebagai petugas kebersihan, diduga menganggap putranya tidak betah di rumah dan dia memutuskan untuk melakukan tindakan tersebut untuk memberinya pelajaran, menurut laporan polisi.