Bandingkan FPI dan NU, Ferdinand: Pandji Pragiwaksono Konyol, Asik Ngoceh

"Membandingkan NU dan Muhammadiyah dengan FPI itu konyol," tegas Ferdinand Hutahaean.

Pebriansyah Ariefana | Dwi Atika Nurjanah
Kamis, 21 Januari 2021 | 08:24 WIB
Bandingkan FPI dan NU, Ferdinand: Pandji Pragiwaksono Konyol, Asik Ngoceh
Pandji Pragiwaksono saat berkunjung ke kantor Suara.com, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018) [Suara.com/Dendi Afriyan].

SuaraBali.id - Politikus Ferdinand Hutahaean mengatakan apa yang Pandji Pragiwaksono tuturkan tak sesuai dengan fakta yang ada. Pernyataan yang dilontarkan Pandji Pragiwaksono menuai kontroversi, lantaran membandingkan Front Pembela Islam (FPI) dengan Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Hal itu ia sampaikan melalui sebuah unggahan video di kanal Youtube miliknya.

Lewat kicauan di akun Twitter pribadinya @FerdinandHaean3 menyebut apa yang dilakukan oleh Pandji Pragiwaksono adalah konyol.

"Bahhh!! Pandji ini kok bisa berpendapat tidak sesuai fakta? NU dan Muhamadiyah adalah organisasi yang sudah mengakar dan hidup di keseharian masyarakat kita. Selalu ada dan tak pernah jauh dari rakyat," terangnya

Baca Juga:Pandji Pragiwaksono Dicap Komedian Karbitan Sebut NU Jauh dari Rakyat

"Membandingkan NU dan Muhammadiyah dengan FPI itu konyol," tegasnya.

Cuitan Ferdinand singgung pernyataan Pandji tentang membandingkan FPI dengan NU dan Muhammadiyah (twitter.com/FerdinandHaean3)
Cuitan Ferdinand singgung pernyataan Pandji tentang membandingkan FPI dengan NU dan Muhammadiyah (twitter.com/FerdinandHaean3)

Ferdinand Hutahaean turut mengatakan bahwa sebentar lagi komedian kondang tersebut akan membuat video permintaan maaf atas aksinya.

"Tinggal menunggu video minta maafnya bentar lagi. Tunggu saja, gue yakin pasti minta maaf. Ini keasyikan ngoceh sampai lupa realita, kepancing suasana!," ujarnya.

Di cuitan lainnya mantan kader Partai Demokrat tersebut menyarankan Pandji Pragiwaksono agar lebih banyak lagi belajar tentang sejarah NU dan Muhammadiyah.

"Saudara @pandji harus lebih banyak membaca fakta sejarah daripada main perasaan. Sejarah mencatat bagaimana NU dan Muhammadiyah adalah bagian besar dan penting dari berdirinya Indonesia, yang mana nama FPI belum ada," sarannya.

Baca Juga:Muannas Alaidid Sebut Pandji Pragiwaksono Zalim

"Dan sekarang FPI lebih banyak negatifnya daripada positifnya makanya dilarang pemerintah," lanjutnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak