alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terungkap! Pengaruh Keterbukaan Terhadap LGBT Terhadap Kesempatan Kerja

M. Reza Sulaiman | Rima Suliastini Jum'at, 08 Januari 2021 | 22:08 WIB

Terungkap! Pengaruh Keterbukaan Terhadap LGBT Terhadap Kesempatan Kerja
Ilustrasi LGBT. (Shutterstock)

Kesempatan kerja dan jenjang karier bagi kelompok LGBT rupanya berbeda dengan masyarakat pada umumnya, terutama di benua Asia. Apa ya penyebabnya?

SuaraBali.id - Kesempatan kerja dan jenjang karier bagi kelompok LGBT rupanya berbeda dengan masyarakat pada umumnya, terutama di benua Asia. Apa ya penyebabnya?

Ya, ketika perusahaan di negara-negara Barat sudah lebih dulu mementingkan hak-hak karyawan LGBT, perusahaan Asia sepertinya belum bisa menentukan sikap dan masih berdiri di persimpangan jalan.

Terbukti, dalam survei yang dilakukan The Economist Intelligence Unit, 4 dari 10 pekerja jajaran eksekutif di Asia mengalami hambatan karier ketika terbuka dengan identitas seksualnya.

"Keterbukaan sebagai LGBT akan menghalangi karier seseorang," tulis EIU dalam rilisnya kepada Suara.com, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga: Ramah LGBT, Sekolah di Jepang Kenalkan Seragam Tanpa Gender

Dalam studi terbarunya, Pride and Prejudice: The next chapter of progress, EIU menampung pendapat 359 karyawan dari tujuh negara di Asia.

Hasilnya, pemikiran konservatif masih berpengaruh secara luas dalam komunitas bisnis Asia, meskipun beberapa menunjukkan kemajuan untuk inklusi LGBT.

Sebanyak 3 dari 5 responden mengatakan dunia bisnis harus lebih memperhatikan orientasi seksual karyawan dan mendorong perubahan seputar keragaman dan inklusi LGBT.

Hampir setengah dari responden mengatakan tempat kerja yang ramah LGBT bisa menghadirkan peluang bisnis baru yang menjanjikan.

60 persen responden India percaya ada kemajuan yang sangat besar dalam hal keberagaman dan inklusi bagi kaum LGBT di perusahaan mereka.

Baca Juga: Pete Buttigieg, Calon Menteri Tranportasi LGBT Pertama Era Joe Biden

Sementara setengah dari responden Indonesia, Hong Kong, dan Jepang mengatakn tidak ada atau hanya sedikit kemajuan yang telah dicapai dalam bidang ini.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait