alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Desa Adat Legian Perketat Protokol Kesehatan Jelang Hari Raya Galungan

M. Reza Sulaiman Selasa, 15 September 2020 | 18:06 WIB

Desa Adat Legian Perketat Protokol Kesehatan Jelang Hari Raya Galungan
Ilustrasi merayakan Hari Raya Galungan. (Dok. Suara.com)

Desa Adat Legian memperketat protokol kesehatan di tengah persiapan merayakan Hari Raya Galungan.

SuaraBali.id - Perayaan Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu (16/9/2020) akan dirayakan seluruh umat Hindu di Bali. Di Desa Adat Legian, protokol kesehatan tetap akan diterapkan mengingat pandemi Covid-19 masih mengancam Indonesia.

"Kami di Desa Adat Legian bersama LPM dan Satgas COVID-19 di sini telah melakukan langkah-langkah strategis pencegahan COVID-19 seperti dengan memasang tanda jaga jarak antar umat dan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh pura yang di wilayah kami," ujar Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Legian, Wayan Puspa Negara di Badung.

Dalam pelaksanaan persembahyangan, petugas adat juga akan membatasi jumlah umat yang bersembahyang dalam waktu bersamaan maksimal 30 orang.

Seluruh umat yang bersembahyang juga diwajibkan untuk mengenakan masker.

Baca Juga: Dampak Pandemi, Upacara Panca Yadnya Ditunda

Dalam persembahyangan Hari Raya Galungan, yang akan dilibatkan adalah prajuru inti, pengurus desa adat dan lembaga-lembaga yang ada seperti LPM dan lainnya yang jumlahnya akan tetal diatur secara terbatas.

"Itu agar tidak terjadi kerumunan. Pembatasan juga diatur berdasarkan waktu persembahyangan. Misalnya pagi siang dan sore. Sehingga tidak menumpuk warga kami dan tetap bisa menerapkan protokol kesehatan," ungkap Puspa Negara.

Menurutnya, masyarakat di wilayah Desa Adat Legian hingga saat ini memiliki tingkat kesadaran yang cukup, khususnya dalam upaya mencegah COVID-19 yang dapat dilakukan diri sendiri.

"Mungkin masih ada satu dua warga kami masih ada yang mungkin lupa pakai masker, itu kami lakukan edukasi. Kami juga menyiapkan masker gratis kalau menemukan warga yang memakai pakai masker," ujarnya.

Ketua Penrepti atau Kepala Keamanan Desa Adat Legian, A.A Putu Oka Hartawan menjelaskan, untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di Pura pada Hari Raya Galungan, pihaknya akan mengerahkan petugas gabungan seperti dari unsur Pecalang dan Linmas.

Baca Juga: Dituding Minta Endorse Makan di Bali, Awkarin Beri Jawaban Telak

"Kami akan melibatkan mereka secara bergiliran dari pagi, siang dan sore secara bergantian. Jadi lebih dari 100 orang petugas kami terjunkan di seluruh pura yang ada di Desa Adat Legian untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik dan kenyamanan serta keamanan di area pura," ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, dalam rangka menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan pihaknya berharap seluruh masyarakat Badung dapat semakin sadar terkait situasi pandemi COVID-19 di Bali.

"Untuk kegiatan Upacara Yadnya tetap akan dilaksanakan tanpa mengurangi esensi. Tetapi, yang perlu diatur adalah jumlah pengayah atau orang yang terlibat dalam pelaksanaan," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait