Sudah Meninggal, Siti Masfufah Wardah Hidup Lagi Saat Jenazahnya Dimandikan

Saat dimandikan, tiba-tiba jantungnya berdetak kembali dan membuat kaget kerabat yang memandikan.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 18 Agustus 2020 | 10:49 WIB
Sudah Meninggal, Siti Masfufah Wardah Hidup Lagi Saat Jenazahnya Dimandikan
Ilustrasi [Keranda Jenazah Stainless - WordPress.com]

SuaraBali.id - Siti Masfufah Wardah, seorang gadis asal Probolinggo, Jawa Timur hidup lagi setelah meninggal beberapa jam. Jantung Siti Masfufah Wardah kembali berdetak saat mau dimandikan.

Ini membuat gempar satu kampung di daerahnya. Siti Masfufah Wardah adalah seorang gadis berusia 12 tahun. 

Namun, fenomena mayat gadis ABG yang sempat membuat heboh warga itu akhirnya meninggal lagi 1 jam kemudian.

Dikutip Suara.com dari Batamnews.co.id, Selasa (18/8/2020), gadis tersebut dikabarkan meninggal dengan diagnosis diabetes dan komplikasi. Saat dimandikan, tiba-tiba jantungnya berdetak kembali dan membuat kaget kerabat yang memandikan.

Baca Juga:Kisah Siti Masfufah Wardah, Gadis di Probolinggo Meninggal Lalu Hidup Lagi

Tim medis datang untuk memberi oksigen dan bantuan pernapasan. Namun setelah satu jam mendapat perawatan, ia kembali meninggal dunia.

Fenomena hidup lagi setelah dinyatakan meninggal tidak selalu berkaitan dengan hal-hal mistis. Dalam dunia medis, hal ini meski jarang, dimungkinkan terjadi karena berbagai sebab.

Salah satunya dikenal sebagai lazarus syndrome atau Return of Spontaneous Circulation (ROSC) yang dialami pasien serangan jantung. Terbilang langka, hanya ada sekitar 38 kasus yang dilaporkan sejak 1982 saat sindrom ini dijabarkan dalam literatur medis.

Sebuah laporan menyebut 82 persen ROSC terjadi 10 menit setelah CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) dihentikan. Dalam 45 persen kasus, pasien mengalami pemulihan sistem saraf yang baik.

Diyakini, kasus semacam ini lebih sering dari yang dibayangkan. Kasus hidup lagi setelah meninggal seringkali underreported alias tidak terlaporkan.

Baca Juga:Sejarah Transgender, Ternyata Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu

Ada banyak kemungkinan penyebabnya. Salah satunya adalah tekanan yang terkumpul di dada saat dilakukan CPR. Kemungkinan lain adalah efek tertunda dari upaya pengobatan untuk resusitasi seperti adrenalin.

Kemungkinan lain adalah hiperkalemia, yakni kadar kalium atau potasium yang terlalu tinggi dalam darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini