Sementara untuk merekonstruksi tulang paus dan lumba-lumba itu, kata Ikram, pihaknya akan bekerja sama dengan Museum Zoologi dari Fakultas Zoologi Universitas Gajah Mada (UGM).
Sebelumnya, proses rekonstruksi tulang lumba-lumba berhasil pada 2019. Bahkan saat ini lumba-lumba hasil rekonstruksi dipajang di kantor BKKPN Kupang di Tenau Kota Kupang.
Dengan demikian, Ikram mengatakan jika rencana rekonstruksi direalisasikan, maka bisa menjadi kebanggan tersendiri bagi pemerintah dan warga NTT.
Baca Juga:Nekat Tanam Ganja di Pot, Juru Parkir di Medan Diamankan Polisi