- Penumpang kapal rute Kupang–Sabu–Sumba mengeluhkan bau menyengat dari kendaraan pengangkut babi yang mengganggu kenyamanan perjalanan.
- Pemerhati transportasi Akbar Ikhramsyah mengusulkan kepada pemerintah untuk mengkaji pengadaan kapal khusus ternak yang didukung oleh anggaran APBN.
- KSOP Kelas III Kupang bersama ASDP memperketat pengawasan muatan, kapasitas ruang, dan pengelolaan limbah ternak pada kapal penyeberangan.
KSOP Kelas III Kupang bersama ASDP disebut memperketat pemeriksaan muatan dengan memperhatikan kapasitas ruang kendaraan, distribusi beban, dan stabilitas kapal.
Desain kandang pada kendaraan pengangkut ternak juga perlu disesuaikan agar tidak mengganggu stabilitas kapal, pemanfaatan ruang geladak kendaraan (car deck), maupun distribusi logistik.
Operator kapal turut diminta memperhatikan fasilitas penampungan dan penanganan kotoran atau limbah ternak selama perjalanan.
Langkah-langkah tersebut penting untuk memastikan pengangkutan ternak berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan pelayaran, kebersihan, dan kesejahteraan hewan.
Distribusi ternak dan kenyamanan penumpang harus seimbang
Persoalan pengangkutan babi di kapal penyeberangan bukan semata-mata berkaitan dengan bau tidak sedap. Masalah ini juga menyangkut pengelolaan limbah, kesejahteraan hewan, keselamatan pelayaran, dan hak penumpang untuk memperoleh layanan yang layak.
Karena itu, usulan kapal khusus ternak perlu dibahas bersama evaluasi terhadap prosedur pengangkutan hewan yang selama ini berjalan.
Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu memastikan distribusi ternak antarpulau tetap berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan serta kenyamanan pengguna jasa penyeberangan.
Kini, usulan dukungan APBN untuk kapal khusus ternak menjadi salah satu opsi yang dapat dikaji. Langkah berikutnya adalah memastikan apakah kebutuhan armada, anggaran, dan pola operasionalnya memungkinkan untuk diterapkan sebagai solusi jangka panjang.
Baca Juga: Jokowi Hadiri CFD Kupang, Warga Teriak: Bapak Kesayangan Pulang Kampung
Tag
Berita Terkait
-
Pecah Kepadatan Jawa-Bali, ASDP Kerahkan Kapal Jumbo Jatra I dan Portlink 0
-
Antrean Kendaraan Menuju Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Terurai
-
ASDP Siaga 1 Hadapi Cuaca Ekstrem Hingga 2026, Ini Persiapannya
-
Menjelang Prosesi Semana Santa di Larantuka, ASDP Siapkan Tambahan Kapal
-
Kapasitas Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk Ditingkatkan
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang