- PT ASDP menyatakan antrean panjang truk logistik menuju Pelabuhan Ketapang telah terurai sepenuhnya pada Sabtu, 4 April 2026.
- Kondisi penyeberangan Ketapang-Gilimanuk kini kembali normal setelah sebelumnya terjadi penumpukan kendaraan pascaarus mudik Lebaran tahun 2026.
- ASDP berencana meningkatkan fasilitas pelabuhan serta mengimbau operator kapal swasta untuk menggunakan armada dengan kapasitas lebih besar.
SuaraBali.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyebutkan antrean panjang kendaraan truk logistik menuju Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk saat ini sudah terurai dan aktivitas penyeberangan berjalan normal.
"Alhamdulillah sejak (Sabtu) pagi tadi antrean panjang sudah terurai, baik dari arah utara (Situbondo-Banyuwangi) maupun dari arah selatan (Jember-Banyuwangi), dan arus penyeberangan Ketapang-Gilimanuk berjalan normal," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko di Banyuwangi, Sabtu (4/4).
Sebelumnya dalam beberapa hari terakhir pascaarus mudik Lebaran 2026 dan berakhirnya pembatasan operasional kendaraan barang sumbu tiga ke atas, jalan nasional menuju Pelabuhan Ketapang (Situbondo-Banyuwangi) mengalami antrean panjang hingga belasan kilometer.
Menurut Arief Eko, ASDP sudah bergerak cepat sejak terjadi antrean panjang kendaraan khususnya truk logistik yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Arief menyampaikan ASDP bersama pemangku kepentingan terkait lainnya termasuk kepolisian terus memperkuat penanganan agar antrean bisa terurai, sehingga sejak Sabtu (4/4) pagi antrean terurai dan penyeberangan kembali normal.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya termasuk kepolisian dan TNI yang turut membantu mengurai antrean di jalan menuju Pelabuhan Ketapang," tutur dia.
Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano mengungkapkan pada tahun ini ASDP akan mengupayakan peningkatan fasilitas dan sarana prasarana, termasuk pula akan menambah dermaga di sisi Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk.
"Kami juga akan melakukan penataan kembali pelabuhan, baik di Ketapang maupun di Gilimanuk, sehingga ke depan semakin lancar," kata dia.
Yossi mengajak operator kapal lainnya (swasta) juga mengganti armadanya yang lebih besar dari yang ada saat ini dan beroperasi di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Baca Juga: Kapolri Evaluasi Kemacetan Horor Gilimanuk Bali
Menurut dia, puluhan kapal feri yang beroperasi di Selat Bali saat ini rata-rata berkapasitas kecil, sehingga daya tampung atau daya angkut tidak maksimal.
"Karena pertumbuhan penduduk terus tinggi, dan ini harus pula diiringi dengan menyediakan kapal-kapal berukuran besar," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Kunci Jawaban Soal SNBT: Literasi Bahasa Indonesia
-
Berapa Skor Aman Lolos SNBT? Ternyata Ini Penentu Kelulusan Harus Kamu Tahu
-
Viral Warga Bali Bakar Sampah di Teba Modern, Warganet: Denpasar on Fire
-
Buntut Judi Online, Propam Polres Jembrana: Anggota Jangan Aneh-aneh!
-
Siswa Pusing! Kemendikdasmen Ungkap Rahasia di Balik Soal Matematika TKA SMP