Budi Arista Romadhoni | Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 19 September 2026 | 08:05 WIB
Seminar internasional bertajuk “The Collaborative Frontier: Integrating Multi-Stakeholder Strategies in Consumer Protection and Financial Integrity" di Bali, Jumat (19/9/2026). [Suara.com/Eviera]
Baca 10 detik
  • Reski Damayanti menyatakan dalam seminar di Bali pada 19 September 2026 bahwa kejahatan AI dan scam merugikan finansial sangat besar di Asia Tenggara.
  • Indosat mengembangkan sistem anti spam berbasis machine learning dan telah menghentikan ratusan juta komunikasi terindikasi scam dalam tiga bulan terakhir.
  • Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta tata kelola untuk memperkuat perlindungan konsumen digital.

“Teknologi dapat memungkinkan tumbuhnya kepercayaan, tetapi teknologi semata tidak dapat menciptakannya. Tata kelolalah yang menciptakannya," tegas Filianingsih.

Bank Indonesia pun memastikan pelindungan konsumen, integritas transaksi, literasi digital, dan manajemen risiko menjadi bagian dari pengembangan sistem pembayaran.

Penguatan tersebut didukung Peraturan Bank Indonesia Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pelindungan Konsumen Bank Indonesia, serta kolaborasi melalui Indonesia Anti-Scam Centre untuk mempercepat deteksi, pelaporan, dan pemulihan dana korban kejahatan digital.

Di tingkat global, Bank Indonesia turut aktif dalam berbagai forum internasional, antara lain OECD Working Party on Financial Consumer Protection, Education and Inclusion, OECD/INFE, dan FinCoNet, untuk turut membentuk standar global yang dapat diterapkan sesuai dengan beragam karakteristik konsumen, kelembagaan, dan pasar.

Load More