Muhammad Yunus
Senin, 22 Juni 2026 | 17:20 WIB
Ribuan relawan, mitra, dan pelaku usaha yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (22/6/2026) [Suara.com/Buniamin]
Baca 10 detik
  • Ribuan relawan dan pelaku usaha menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur NTB, Senin (22/6/2026).
  • Massa menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis serta memprotes penghentian operasional sementara selama libur sekolah.
  • Gubernur NTB menerima aspirasi tersebut untuk disampaikan ke pemerintah pusat demi memastikan transparansi dan manfaat ekonomi.

Gubernur NTB Terima Aspirasi Massa

Aspirasi para peserta aksi langsung diterima oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, yang menemui massa di depan Kantor Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada pemerintah pusat, baik yang mendukung maupun yang mengkritisi pelaksanaan program MBG.

“Kami akan menyampaikan seluruh aspirasi ini kepada pemerintah pusat. Tugas kami adalah memastikan suara masyarakat tersampaikan,” kata Iqbal.

Gubernur juga mengingatkan para mitra pelaksana program agar tidak memanfaatkan MBG untuk mencari keuntungan berlebihan.

Menurutnya, pemerintah telah menyediakan margin keuntungan yang wajar bagi mitra, sehingga tidak perlu mencari keuntungan tambahan melalui praktik-praktik yang dapat merugikan program.

“Sudah diberikan margin. Jangan lagi mencari keuntungan di tempat lain, misalnya dari bahan baku dan sebagainya. Pola seperti ini harus diubah,” tegasnya.

Iqbal juga mendorong seluruh pelaksana program untuk mengutamakan penggunaan produk lokal agar manfaat ekonomi MBG dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.

Ia mencontohkan masih adanya laporan mengenai kebutuhan beras yang dipasok dari luar daerah, padahal sejumlah desa di NTB memiliki kapasitas produksi beras yang memadai.

Baca Juga: Modus Licik S: Janjikan Lokasi Makan Bergizi Gratis, Warga Rugi Rp950 Juta

“Gunakan produk lokal agar masyarakat ikut merasakan dampak ekonominya,” ujarnya.

Menurutnya, MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi instrumen penggerak ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.

HIPMI Sebut Dampak Ekonomi MBG Sangat Besar

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Lombok Tengah, Alamsyah, menegaskan bahwa Program MBG tidak akan dihapus dan masih menjadi bagian dari agenda pemerintah pusat.

Menurutnya, program tersebut telah memberikan dampak positif yang signifikan, baik terhadap pemenuhan gizi masyarakat maupun penciptaan lapangan kerja.

“Program ini memang menimbulkan pro dan kontra. Namun manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Kehadiran kami hari ini merupakan dukungan moral agar program yang baik ini tidak dihentikan,” katanya.

Load More