- Ribuan relawan dan pelaku usaha menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur NTB, Senin (22/6/2026).
- Massa menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis serta memprotes penghentian operasional sementara selama libur sekolah.
- Gubernur NTB menerima aspirasi tersebut untuk disampaikan ke pemerintah pusat demi memastikan transparansi dan manfaat ekonomi.
SuaraBali.id - Ribuan relawan, mitra, dan pelaku usaha yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (22/6/2026).
Mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program nasional tersebut sekaligus menyampaikan keresahan atas kebijakan penghentian sementara operasional selama masa libur sekolah.
Aksi yang dipusatkan di Jalan Pejanggik, Kota Mataram, itu diikuti oleh relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaku usaha, petani, hingga masyarakat yang selama ini terlibat dalam rantai program MBG.
Salah seorang relawan SPPG di Pulau Lombok, Kasmawati, mengaku ikut turun ke jalan karena khawatir penghentian operasional sementara akan berdampak pada pendapatannya.
Ia mengatakan telah menjadi relawan sejak 2025 dan selama ini memperoleh insentif yang dibayarkan secara rutin setiap dua pekan sebesar Rp1,5 juta.
“Sejak tahun 2025 saya menjadi relawan. Selama ini insentif lancar dan sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Kasmawati.
Menurutnya, selama masa libur operasional yang direncanakan berlangsung sekitar tiga minggu, dirinya belum memiliki sumber penghasilan lain.
“Selama ini belum ada pendapatan yang lain. Jadi kami tidak tahu harus bekerja apa selama masa libur ini,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan seorang relawan SPPG asal Lombok Timur yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku telah bekerja di salah satu SPPG sejak Agustus 2025 dan selama ini operasional berjalan tanpa kendala.
Baca Juga: Modus Licik S: Janjikan Lokasi Makan Bergizi Gratis, Warga Rugi Rp950 Juta
“Saya bekerja di bagian pengolahan makanan. Selama ini tidak pernah ada masalah dalam operasional. Tetapi mulai hari ini kegiatan dihentikan sementara hingga tiga minggu ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan keikutsertaannya dalam aksi damai tersebut murni untuk menyampaikan aspirasi dan keresahan yang berkembang di kalangan relawan.
Menurutnya, beredar berbagai informasi yang menyebut program MBG akan dihentikan, sehingga menimbulkan kekhawatiran di lapangan.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan saat aksi, massa menyatakan dukungan penuh terhadap Presiden dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program strategis nasional.
Mereka menilai program tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan gizi anak-anak, ibu hamil, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Selain itu, massa juga mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
Gubernur NTB Terima Aspirasi Massa
Aspirasi para peserta aksi langsung diterima oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, yang menemui massa di depan Kantor Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada pemerintah pusat, baik yang mendukung maupun yang mengkritisi pelaksanaan program MBG.
“Kami akan menyampaikan seluruh aspirasi ini kepada pemerintah pusat. Tugas kami adalah memastikan suara masyarakat tersampaikan,” kata Iqbal.
Gubernur juga mengingatkan para mitra pelaksana program agar tidak memanfaatkan MBG untuk mencari keuntungan berlebihan.
Menurutnya, pemerintah telah menyediakan margin keuntungan yang wajar bagi mitra, sehingga tidak perlu mencari keuntungan tambahan melalui praktik-praktik yang dapat merugikan program.
“Sudah diberikan margin. Jangan lagi mencari keuntungan di tempat lain, misalnya dari bahan baku dan sebagainya. Pola seperti ini harus diubah,” tegasnya.
Iqbal juga mendorong seluruh pelaksana program untuk mengutamakan penggunaan produk lokal agar manfaat ekonomi MBG dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.
Ia mencontohkan masih adanya laporan mengenai kebutuhan beras yang dipasok dari luar daerah, padahal sejumlah desa di NTB memiliki kapasitas produksi beras yang memadai.
“Gunakan produk lokal agar masyarakat ikut merasakan dampak ekonominya,” ujarnya.
Menurutnya, MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi instrumen penggerak ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.
HIPMI Sebut Dampak Ekonomi MBG Sangat Besar
Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Lombok Tengah, Alamsyah, menegaskan bahwa Program MBG tidak akan dihapus dan masih menjadi bagian dari agenda pemerintah pusat.
Menurutnya, program tersebut telah memberikan dampak positif yang signifikan, baik terhadap pemenuhan gizi masyarakat maupun penciptaan lapangan kerja.
“Program ini memang menimbulkan pro dan kontra. Namun manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Kehadiran kami hari ini merupakan dukungan moral agar program yang baik ini tidak dihentikan,” katanya.
Alamsyah menyebut jumlah SPPG di NTB saat ini telah mencapai lebih dari 860 unit. Setiap SPPG, lanjutnya, mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan.
Dengan nilai tersebut, perputaran dana yang masuk ke daerah melalui program MBG dinilai sangat besar dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jika lebih dari Rp860 miliar beredar melalui program ini, dampak ekonomi yang tercipta bisa mencapai triliunan rupiah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa MBG merupakan salah satu program pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat lapisan bawah karena melibatkan berbagai kelompok, mulai dari petani, pelaku UMKM, relawan, hingga masyarakat umum.
Berdasarkan estimasi panitia, jumlah peserta yang mengikuti aksi damai tersebut mencapai sekitar 30 ribu orang dari berbagai daerah di NTB.
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Sanksi Sosial Adat Ternyata Ampuh Buat Warga Bali Takut Bila Tak Disiplin Memilah Sampah
-
Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali
-
Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga