- Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, dinonaktifkan sementara pasca penemuan narkoba dalam sidak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
- Sidak pada 20 Mei 2026 menemukan narkotika, ponsel, dan minuman beralkohol di dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan.
- Ditjenpas menyerahkan barang bukti kepada Polda Bali dan BNN untuk pemeriksaan serta pengembangan kasus lebih lanjut.
SuaraBali.id - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono dinonaktifkan sementara dari jabatannya.
Hal itu dilakukan pasca adanya temuan narkoba di dalam lapas pasca sidak yang dilakukan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah membenarkan soal penonaktifan tersebut.
Keputusan itu diambil karena pihaknya masih dalam proses pemeriksaan mendalam terkait temuan tersebut.
“Benar (dinonaktifkan) dikarenakan saat ini masih dalam proses pemeriksaan-pemeriksaan seluruh komponen Organisasi Lapas Kelas IIA Kerobokan,” kata Decky saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Dia menjelaskan jika sementara, pelaksana harian ditunjuk untuk menggantikan tugas Hudi sebagai Kalapas.
“Untuk menjalankan fungsi Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan kami mengangkat Pelaksana Harian,” tambah dia.
Temuan tersebut diketahui ketika Direktorat Pengamanan dan Intelijen (Ditpamintel) Ditjenpas melakukan sidak pada Rabu (20/5/2026) dini hari.
Pada sidak yang dilangsungkan pukul 02.00 WITA itu, petugas menemukan narkotika yang ada di dalam Lapas.
Baca Juga: Skandal Narkoba Oknum Perwira Polisi di NTB: Jaksa Endus Aliran Dana Miliaran Rupiah
Namun demikian, belum dijelaskan jenis dan jumlah narkotika yang diamankan. Dalam sidak tersebut, petugas juga menemukan barang yang tidak seharusnya berada di lapas seperti ponsel dan minuman beralkohol.
“Dari sidak tersebut ditemukan sejumlah barang terlarang berupa beberapa jenis narkotika, HP, dan juga miras,” tambah dia.
Karena temuan narkoba tersebut, Ditjenpas menjalin koordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Barang bukti yang ditemukan kini sudah dilaporkan dan diserahkan kepada pihak tersebut untuk diteliti lebih lanjut.
Decky menyebut jika proses pengembangan masih berlanjut hingga saat ini.
“Hasil lanjutan akan disampaikan setalah selesai pemeriksan dan pengembangan. Saat ini tim gabungan sedang bekerja kita tunggu hasilnya,” pungkasnya.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
BRI Hadirkan ORI030, Investasi Aman dengan Kupon Hingga 7,00% per Tahun
-
Dari Pala Menjadi Nilai Tambah, Program AURA BRI Peduli Berdayakan Perempuan Bogor
-
5 Daya Tarik Utama Wisatawan Asing Berlibur di Indonesia
-
Heboh Wanita Diduga Hina Al-Quran di NTB, Begini Hasil Analisis Ahli Bahasa
-
BRI KKB Expo 2026 Tebar Promo Kredit Kendaraan di 131 Lokasi Seluruh Indonesia