Suasana pagi di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Jumat (15/5/2026) [SuaraBali.id/ANTARA]
Baca 10 detik
- Akademisi Universitas Udayana, Prof. Ni Luh Kartini, melaporkan penurunan kualitas air pada empat danau besar di Bali akibat pencemaran.
- Aktivitas pertanian, limbah domestik, dan sedimentasi menyebabkan eutrofikasi, pendangkalan signifikan, serta mengancam keberlangsungan ekosistem ikan lokal di kawasan danau.
- Penyelesaian masalah memerlukan penerapan pertanian organik, pengawasan ketat sempadan danau, serta kolaborasi lintas pihak demi kelestarian lingkungan berkelanjutan.
“Masalah lingkungan ini sangat terkait dengan pembangunan karakter dan kesadaran masyarakat sehingga tidak bisa hanya mengandalkan aturan saja,” katanya.
Prof. Kartini menegaskan penegakan hukum terhadap pelanggaran di kawasan sempadan danau juga harus dilakukan secara konsisten melalui penerapan reward dan punishment.
Saat ini, lanjutnya, masyarakat di kawasan Danau Batur juga mulai bergerak melalui pembentukan forum pelestarian danau yang melibatkan desa-desa sekitar guna menyusun langkah nyata menjaga ekosistem danau secara berkelanjutan.
“Pelestarian danau tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
BRI Perketat Pengawasan Internal, Pegawai Terbukti Fraud Terancam PHK dan Proses Hukum
-
17 Saksi Pembakaran Santri Diperiksa Polisi
-
7 Risiko Digital Mengintai Anak, Guru dan Orang Tua Harus Waspada
-
Minyakita Bercampur Biosolar? Ini Hasil Investigasi Bulog NTB
-
Program Makan Gratis Libur, Harga Sayur di Lombok Anjlok Parah