- Gubernur Bali membahas pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik bersama mitra asal Tiongkok, Zhejiang Weiming, di Denpasar.
- Pembangunan fasilitas berteknologi tinggi ini ditargetkan mulai Juli mendatang dan diharapkan tuntas beroperasi sepenuhnya pada Oktober 2027.
- Proyek strategis ini bertujuan mengatasi masalah sampah di Denpasar dan Badung guna mendukung citra Bali sebagai destinasi wisata.
SuaraBali.id - Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Konsul Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar membahas pembangunan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang akan dibangun di Bali.
Koster dalam keterangan Pemprov Bali di Denpasar, membahas ini lantaran PSEL yang akan dibangun dikerjakan bersama mitra asal Tiongkok Zhejiang Weiming atas pilihan Danantara.
“Saya memimpin langsung prosesnya bersama Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar untuk memastikan semuanya berjalan baik hingga peletakan batu pertama pada Juli mendatang,” katanya, Jumat (15/5).
Gubernur Koster menyampaikan, saat ini proses finalisasi dokumen dan administrasi terus berjalan tanpa hambatan, pematangan lahan juga sedang berlangsung dan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026.
“Karena ini pertama kali adanya PSEL berteknologi tinggi di Bali, saya mengawasi ketat seluruh prosesnya, sesuai rencana, pengerjaan berlangsung selama 15 bulan dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027,” ujarnya.
Koster menaruh harapan agar fasilitas yang dikerjakan bersama perusahaan Tiongkok tersebut mampu mengatasi persoalan sampah di Denpasar dan Badung sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bersih dan moderen.
Ia sendiri banyak belajar dari perkembangan Tiongkok yang kini menjadi salah satu negara paling berpengaruh di dunia, terutama dalam pembangunan teknologi dan industri.
Di luar proyek PSEL, ia mengatakan Bali dengan Tiongkok sudah memiliki kedekatan sejak lama baik secara historis maupun kultural.
“Di sejumlah tempat suci di Bali ada pemujaan terhadap dewa-dewi Tiongkok, secara kultural, masyarakat Bali yang beragama Hindu memiliki nilai-nilai yang cukup mirip dengan budaya Tiongkok,” kata orang nomor satu di Pemprov Bali itu.
Baca Juga: Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
Belum lagi, wisatawan asal Tiongkok adalah salah satu penopang utama di sektor pariwisata Bali, lantaran jumlah kunjungan mereka berada di posisi ketiga terbesar setelah Australia dan India.
Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng sendiri menyatakan dukungan Tiongkok terhadap pengembangan proyek PSEL di Bali.
Ia menyebut telah mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang dan melihat pentingnya kepastian pasokan listrik bagi Bali.
Selain itu, Konjen Tiongkok itu optimistis proyek PSEL dapat menjadi solusi atas persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan serius di Bali.
“Saya pastikan investor Zhejiang Weiming yang menggarap proyek PSEL ini profesional dan memiliki pengalaman sukses di berbagai tempat, kami juga memastikan seluruh proses mematuhi aturan hukum yang berlaku di Bali,” ujar Konjen Tiongkok Zhang.
Ia sendiri melihat banyak yang pihak kerap hanya menyoroti kekurangan Bali, sementara sebagai diplomat ia justru melihat banyak capaian positif yang menggembirakan, termasuk dari sisi keamanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Bali Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Pakai Teknologi Canggih Tiongkok
-
Review Spesifikasi Dan Keunggulan TV LG 50 Inch Garansi Resmi
-
Mendaki Rinjani Makin Nyaman: Kini Tersedia Rest Shelter Canggih dengan Panel Surya
-
Tren Femisida Seksual Meningkat di 2025: Korban Didominasi Perempuan Muda hingga Anak
-
ITDC Perkuat Sistem Keselamatan di Sirkuit Mandalika