- Siswa SMA menghadapi dilema menentukan masa depan antara bekerja atau melanjutkan pendidikan tinggi di PTN maupun PTS.
- Perguruan Tinggi Negeri menawarkan biaya terjangkau dan pengakuan internasional luas, namun memiliki proses seleksi yang sangat ketat.
- Perguruan Tinggi Swasta menyediakan kurikulum praktis dan jadwal fleksibel, meskipun memerlukan biaya kuliah yang jauh lebih mahal.
SuaraBali.id - Di akhir Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi hal yang sangat sulit bagi sebagian siswa.
Bukan hanya sulit untuk mendapatkan nilai ujian yang memuaskan, namun juga dilema menentukan langkah ke depannya.
Apakah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, atau hanya puas dengan ijazah SMA lalu bekerja.
Tak sampai disitu, setelah sudah menentukan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mereka akan dibuat dilema lagi dengan pilihan universitas.
Apakah akan memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau justru lebih condong ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dimana keduanya tentu memiliki kelebihan masing – masing.
Lantas, bagaimanakah pertimbangan untuk memilih kedua perguruan tinggi tersebut?
Perguruan Tinggi Negeri
Sampai saat ini Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih menjadi pilihan populer bagi calon mahasiswa.
Bahkan, masih menjadi Impian terbesar calon mahasiswa hingga rela menempuh melalui jalur apa saja. Meski demikian, sebelum masuk PTN, ada kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan, diantaranya adalah:
Baca Juga: Daftar Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia
1. Kelebihan
a. Fasilitas Lebih Lengkap
PTN cenderung memiliki fasilitas yang lebih lengkap, seperti Perpustakaan, Laboratorium, hingga fasilitas olahraga. PTN di Indonesia secara umum menyediakan fasilitas yang cukup baik.
b. Pengakuan Internasional yang tinggi
PTN di Indonesia memiliki pengakuan Internasional yang tinggi. Pengakuan ini menjadi keuntungan bagi para lulusan ketika mencari pekerjaan atau melanjutkan studi ke luar negeri.
c. Biaya Terjangkau
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun