- Warga Bali kini marak membakar sampah sembarangan sehingga Gubernur Wayan Koster memberikan peringatan keras ancaman tindak pidana ringan.
- Pembakaran sampah yang dilakukan warga di pekarangan dan pinggir jalan mengakibatkan polusi udara yang berdampak buruk bagi kesehatan.
- Masyarakat diimbau mengelola sampah melalui tahapan reduce, reuse, dan recycle untuk mencegah pencemaran lingkungan serta risiko penyakit global.
4. B3 (Bahan Berbahaya & Beracun): Limbah beracun seperti baterai, cat, limbah medis.
5. E-waste (Limbah elektronik): HP rusak, kabel, charger bekas.
Tahap Pengelolaan Sampah
Tahap pengelolaan sampah dimulai dari pengurangan -> pemilahan -> pengumpulan -> pengangkutan -> pemrosesan -> pembuangan akhir. Berikut Langkah pengelolaan sampah:
1. Reduce: Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
2. Reuse: Gunakan kembali barang layak pakai.
3. Recycle: Daur ulang plastik, kertas, kaca.
4. Treatment: Pengomposan, biodigester, insinerasi.
5. Final Disposal: TPA Sanitasi, RDF, landfill tertutup.
Baca Juga: Viral Warga Bali Bakar Sampah di Teba Modern, Warganet: Denpasar on Fire
Penerapan tersebut masih belum merata. Meski demikian, beberapa kota sudah mulai menuju sistem berkelanjutan.
Bukan sekedar mempermudah untuk memusnahkan, pengelolaan sampah yang baik ini juga bermanfaat untuk lingkungan dengan menurunkan polusi dan mengurangi emisi karbon.
Kemudian juga bermanfaat secara ekonomi untuk menciptakan industri daur ulang dan peluang usaha mikro.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?
-
Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?
-
Kabar Baik! Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT Lewat Pelni Digratiskan 100 Persen