- Kantor Imigrasi Ngurah Rai mendeportasi WNA Belgia berinisial SD karena merusak sepeda motor sewaan dan menghindari kewajiban hukum.
- Aksi berbahaya lompat tebing menggunakan motor di Badung pada Maret 2026 tersebut sempat viral di media sosial.
- Petugas menggagalkan upaya pelarian SD ke luar negeri, memaksanya membayar ganti rugi, serta melarangnya masuk wilayah Indonesia.
SuaraBali.id - Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, mendeportasi seorang warga negara asing (WNA) asal Belgia.
Karena hendak kabur ke luar negeri untuk menghindari ganti rugi setelah membuat rusak sepeda motor sewaan yang digunakan lompat dari tebing.
“Kami pastikan tidak ada ruang kompromi bagi WNA yang melanggar aturan dan mencoba menghindari proses hukum,” kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan di Mangapura, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (3/4).
WNA asal Belgia itu berinisial SD yang sempat viral di media sosial karena melakukan aksi berbahaya dengan melompat dari tebing salah satu pantai di Desa Ungasan, Kabupaten Badung, Bali.
Ia melompat dari tebing dengan tinggi diperkirakan hingga 100 meter dan terjun ke laut, menggunakan sepeda motor.
Sedangkan sepeda motor sewaan itu tidak ikut jatuh ke laut karena diikat di bagian tebing. Namun sepeda motor tersebut menjadi rusak parah akibat hantaman dengan bagian tebing.
Aksi tersebut dilakukan sekitar 23-24 Maret 2026 dan direkam oleh seorang temannya dari Austria dan diunggah di media sosial pribadi milik pria berusia 31 tahun itu hingga menjadi viral.
Bugie menuturkan saat pemilik kendaraan menagih ganti rugi, tetapi SD menolaknya karena beralasan tidak memiliki uang.
Korban yang dirugikan itu kemudian melaporkan kepada Imigrasi dan petugas kemudian memanggil SD untuk klarifikasi.
Baca Juga: Viral Aksi Keji di Nusa Penida Bakar Anjing Layaknya Babi Guling, Niluh Djelantik Murka!
Namun, bukannya mau bertanggung jawab, SD memilih ingin kabur ke Malaysia dengan cara terbang terlebih dahulu ke Sorong, Papua, kemudian transit di Makassar, Sulawesi Selatan untuk terbang ke Kuala Lumpur pada 30 Maret 2026.
Petugas Imigrasi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar kemudian menggagalkan keberangkatan SD dan diterbangkan kembali ke Bali dengan dikawal petugas Imigrasi Makassar.
Setelah diperiksa di kantor Imigrasi Ngurah Rai, Kabupaten Badung, SD akhirnya membayar ganti rugi kepada pengusaha sewa kendaraan dan diusir paksa kembali ke negaranya.
Ia dideportasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali ke Belgia melalui Doha.
Bugie menjelaskan SD melanggar Pasal 75 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
Selain sanksi pendeportasian, SD juga masuk daftar penangkalan agar tidak bebas masuk wilayah Indonesia dalam jangka waktu tertentu yang diputuskan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Musim Menetas! 23 Telur King Kobra Ditemukan di Kebun Warga
-
Awas Maling! Polda NTB Terjunkan Tim Khusus Selama MotoGP Mandalika 2026
-
Menteri Hukum: Karya 100 Persen Buatan AI Tidak Dapat Perlindungan
-
BRI Junio Bawa Nuansa Mobile Legends ke Kartu Debit, Lengkap dengan Beragam Benefit Nasabah
-
Bukan Lagi Harga Turis, Makanan UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Dijamin Masuk Akal