- Kemacetan arus mudik Lebaran terjadi karena jadwal cuti bersamaan sehingga kendaraan menumpuk di jalan.
- Pemudik dapat menghindari macet dengan memilih waktu perjalanan pada malam atau dini hari yang lebih sepi.
- Penting memeriksa aplikasi navigasi dan mempelajari detail kondisi jalan alternatif sebagai solusi penghindaran kemacetan.
Hal ini untuk memastikan keadaan jalan yang hendak dilewati.
Dalam aplikasi Navigasi tersebut akan terlihat jelas keadaan saat macet maupun ramai lancar.
Biasanya, saat keadaan macet, jalur yang dilalui kendaraan dalam aplikasi tersebut akan berwarna merah.
Jika anda melihat jalur yang hendak dilewati berwarna merah, maka sebaiknya segera mencari jalur lainnya (alternatif) yang bisa dilewati sehingga terhindar dari macet.
3. Pelajari soal Jalan Alternatif
Jalan atau jalur Alternatif bisa menjadi Solusi yang tepat bagi anda yang tidak ingin terjebak macet saat mudik maupun pulang kembali ke perantauan.
Jalan Alternatif ini merupakan Jalur Transportasi yang digunakan sebagai pengganti atau pelengkap jalan utama.
Jika anda sudah memutuskan mudik ke suatu tempat maupun pulang lagi ke daerah asal, maka mulailah mempelajari jalur alternatif yang bisa dilewati sebagai pengganti jalan utama.
Namun, saat mulai mempelajari jalan alternatif tersebut, anda harus mencari informasi secara detil. Mulai dari bagaimana kondisi jalannya, apakah sudah diaspal, atau masih tanah.
Baca Juga: Balas Dendam Kuliner Lebaran Bikin Perut Buncit? Terapkan 5 Gerakan Ampuh Ini
Apakah sudah layak dilewati, atau rusak parah. Hal ini wajib dilakukan, agar perjalanan anda tidak terhambat saat melewati jalur alternatif.
Keselamatan saat berkendara menjadi prioritas utama. Selain memastikan anda bisa terhindar dari kemacetan lalu lintas, pastikan juga Kesehatan kendaraan anda agar selamat sampai tujuan.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun
-
Kekeringan Ekstrem Landa Lombok Barat, 4.245 KK Krisis Air
-
Kasus Rudapaksa di Gili Trawangan: Kejaksaan Tahan WN Korea Selatan
-
WNA Asal Portugal Bawa 50 Amunisi di Bandara Ngurah Rai
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang